Sunday 12th July 2020,

Baca Al-Qur’an dengan Benar, Harga Mati Bagi Seorang Da’i

Baca Al-Qur’an dengan Benar, Harga Mati Bagi Seorang Da’i
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Seorang muslim dituntut agar mampu membaca Al-Qur’an dengan benar. Karena ibadah yang ditunaikan sehari-hari (shalat) menggunakan bahasa Al-Qur’an, yakni bahasa Arab. Maka, belajar membaca Al-Qu’an merupakan kewajiban bagi setiap muslim, demi kesempurnaan ibadahnya.

Di pesantren, membaca Al-Qur’an menjadi program utama bagi para santri agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Karena ukuran utama bagi masyarakat adalah seorang santri bisa mengaji (baca Al-Qur’an) dengan benar.

Bagi para orang tua, sangat berharap anak-anaknya bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, karena dengan bacaan Al-Qur’an dari anak-anaknya, harapannya menjadi bekal kelak di akhirat.

Membaca Al-Qur’an dengan benar dan baik tidak hanya tentang penilaian orang lain atau pahala yang diperoleh dari membacanya, tetapi juga sangat penting diperhatikan arti dari setiap huruf, lafazh atau kalimatnya. Jika salah mengucapkan hurufnya, serta tanda baca tajwidnya keliru maka akan mempengaruhi artinya. Demi menjaga arti setiap lafazh atau kalimatnya, maka membaca Al-Qur’an dituntut harus baik dan benar.

Terlebih jika orang yang membaca Al-Qur’an adalah orang yang dianggap guru (guru agama). Seorang guru hukumnya wajib membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Terlebih lagi seorang Da’i yang menyampaikan dakwah di berbagai tempat atau forum, atau di media sosial, membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar adalah harga mati.

Jika bacaan Al-Qur’annya masih belum benar alias menyalahi kaidah tajwid, seharusnya menyadari tentang kekurangannya, agar belajar terlebih dahulu sebelum menyampaikan atau membacakan ayat Al-Qur’an kepada jamaah. Jangan sampai, para jamaah mendapatkan ilmu yang salah dan menyesatkan karena mereka meyakini bacaan si Da’i itu sudah benar. (Gm)

Leave A Response


Translate »