Wednesday 05th August 2020,

Bersepeda, Tren Gaya Hidup Sehat Lawan Corona

Bersepeda, Tren Gaya Hidup Sehat Lawan Corona
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 

Matahari baru saja beranjak di ufuk pagi, jalanan di kota masih sepi dan dingin oleh hawa awal musim kemarau di bulan Juni. Sejak kebijakan pemerintah kota membatasi kegiatan masyarakat akibat wabah Pandemi Corona beberapa waktu lalu, banyak warga Denpasar memiliki waktu luang tersisa dalam kegiatan kesehariannya, seperti terlihat pagi ini.

Para pelajar dan mahasiswa, karyawan kantor yang bekerja di rumah ataupun yang terkena PHK, serta bahkan para pengusaha pun melirik kegiatan olah raga yang mudah dilakukan setiap saat untuk mengisi waktu luang. Lenggangnya lalu lintas kendaraan yang lalu lalang membuat ruas jalan kota lebih ramah akan polusi udara. Bersepeda akhirnya jadi pilihan terbaik untuk menjaga kebugaran tubuh yang memang dibutuhkan sebagai langkah pencegahan terjangkiti virus Corona.

Tren olah raga bersepeda ini memang bukan hal baru, sempat beberapa kali muncul di masyarakat Indonesia seiring jalannya waktu. Mudah dilakukan dan menyenangkan menjadikan bersepeda cepat disukai semua kalangan usia. Apalagi jadi lebih menyenangkan jika dilakukan secara bersama-sama dengan keluarga atau teman.

Hampir setiap saat kini dapat kita lihat pesepeda melintas di seluruh jalanan kota dari pagi hingga tengah malam. Sebuah pemandangan menggembirakan, bahwa kepedulian masyarakat akan kesehatan makin meningkat. Tidak saja bagi dirinya sendiri tapi juga orang lain. Saat bersepeda secara berkelompok terlihat mereka begitu gembira dan seakan lupa akan kondisi sosial ekonomi yang sedang dihadapi.

Telah banyak dijelaskan dan dibahas kelebihan olah raga yang satu ini. Bersepeda bisa dikatakan sebagai perpaduan antara olah raga dan hiburan. aktifitas olah raga berkendara yang cukup cepat ini memiliki banyak pilihan medan sehingga tidak cepat membosankan. Pesepeda dapat memilih jalur yang disukai seperti jalan aspal perkotaan, hutan dan pegunungan, bahkan pantai, tentunya dengan menyesuaikan jenis sepeda yang dipakai.

Selain itu, bersepeda juga terbukti sangat efektif melatih otot-otot kaki dan perut, fungsi jantung, paru-paru dan melancarkan peredaran darah sehingga metabolisme tubuh terjaga. Sudah tentu jika dibarengi kondisi mental pesepeda yang terbangun positif saat melakukannya, otomatis secara alami mempercepat terbentuknya sistem imunitas tubuh yang sangat diperlukan melawan serangan virus.

Daya tarik lain bersepeda adalah sebagai olah raga yang dianggap paling cepat dapat menurunkan berat badan, tentunya jika dilakukan dengan teratur sesuai porsinya. Pembuangan kalori saat bersepeda sangat mudah diatur oleh pelakunya, sesuai kebutuhan.

Namun bukanlah hal mengherankan, jika sebuah tren baru muncul dalam masyarakat, akan selalu diikuti timbulnya pandangan pro dan kontra. Seperti belum seluruhnya pesepeda di jalanan berprilaku berkendara dengan baik dan aman, sehingga tingkat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pesepeda menunjukkan tren meningkat. Prilaku tersebut juga banyak dikeluhkan oleh pengendara kendaraaan bermotor lain sesama pengguna jalan.

Belum lagi harga pasar sepeda yang naik akibat tren ini. Semua toko sepeda baik yang besar maupun kecil mengeluhkan kehabisan stock barang, bahkan mereka mengatakan bahwa pabrik pun mengalami keterlambatan dalam memproduksi akibat banyaknya pesanan, beberapa model dan jenis sepeda harus dipesan dalam waktu cukup lama. Inilah yang membuat harga sepeda melangit, khususnya merk-merk import.

Walaupun ada yang menganggap bahwa bersepeda saat ini adalah tren sesaat, namun dapat dijadikan harapan sebagai salah satu perubahan dalam masyarakat Indonesia memasuki era new normal. Kebiasaan bersepeda yang jauh lebih ramah lingkungan, hemat, dan telah menjadi gaya hidup masyarakat di negara-negara maju semoga saja dapat menular di Indonesia, dan diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang menunjang oleh pemerintah, sehingga seluruh masyarakat pengguna jalan menjadi nyaman dan aman saat berkendara bersama.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

 

Leave A Response


Translate »