Monday 10th August 2020,

Cucu Pendiri NU dan NW Rajut Ulang Sejarah Kakeknya

Cucu Pendiri NU dan NW Rajut Ulang Sejarah Kakeknya
Share it

ASWAJADEWATA.COM |  Hadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGB Muhammad Zainudin Majdi mengaku datang ke Sukorejo karena ingin menyambung persahabatan leluhurnya.

TGB Muhammad Zainudin Majdi adalah cucu Tuan Guru KH Zainudin Abdul Majid, ulama besar di Lombok pendiri Nahdlatul Wathon yang juga pahlawan nasional. Tuan Guru KH Zainudin Abdul Majid, merupakan sahabat KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Sukorejo yang juga pahlawan nasional.

Kiai As’ad dan Tuan Guru KH Zainudin Abdul Majid bersahabat saat sama-sama belajar di Makkah. Kedua ulama besar tersebut terus menjalin persahatan setelah pulang ke tanah air, meski keduanya tinggal bejauhan di Situbondo dan NTB.

Menurut TGB Muhammad Zainudin Majdi, persahabatan kakeknya dengan Kiai As’ad merupakan persahabatan sejati seorang ulama. Mereka berdua belajar di Madrasah yang sama dan guru yang sama pula di Makkah.

“Sebagai sesama cucu, saya ingin menyambung persahabatan dengan Kiai Azaim”, jelas TGB.

Mengutip sebuah hadist, TGB menjelaskan bahwa jika ingin berbakti kepada orang tua, maka harus menyambung hubungan baik dengan orang yang memiliki hubungan baik dengan leluhurnya.

Situbondo dan NTB bukan saja sama-sama memiliki simbol ulama besar dan menjadi pahlawan nasional. Saat ini, santri asal NTB di Ponpes Sukorejo jumlahnya cukup banyak, hampir mencapai 1000 orang.

Sementara itu, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy memberikan TGB Muhammad Zainudin Majdi sebuah cinderamata sebagai simbol persahabatan.  Pertemua dua orang cucu ulama besar dan sekaligus pahlawan nasional itu, disambut tepuk tangan ribuan kaum muslimin di halaman pondok Pesantren Sukorejo. (*)

bhasafm.co.id 

Leave A Response


Translate »