Wednesday 18th September 2019,

Debat Capres-Cawapres Menjawab Suara Mahasiswa

Debat  Capres-Cawapres Menjawab Suara Mahasiswa

ASWAJADEWATA.COM – Kontestasi pemilihan pilpres dan pemilihan caleg serentak yang akan di laksanakan 17 April mendatang memang mengundang kehangatan untuk dibahas, apalagi yang menyangkut pemilihan presiden. Tentunya sejak pihak Komisi Pemilihan Umum memberikan kesempatan kepada para kontestasi politik untuk menyuarakan nilai jualnya.

Kehangatan dalam kontestasi  perpolitikan di Indonesia jelas sangat terasa sekali. Dalam perhelatan acara akbar dengan tema NOBAR dan DISKUSI  yang diadakan oleh KOMDA III PP PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) dan DPC PMKRI Cab. Denpasar tadi malam 17 Januari 2019, 18.30-selesai yang bertempat di Jl. Thamrin gg.I no.8 banyak disuguhkan berbagai argumentasi yang di lontarkan oleh berbagai perwakilan mahasiswa dari organisasi di wilayah Bali khususnya di kota Denpasar. Turut hadir sebagai pembicara Efraim Mbomba Reda (Komisaris Daerah Region III PP PMKRI), Arianto Hulu (ketua Presidium PMKRI Cab. Denpasar), I Wayan Darmayasa (anggota Departemen Kajian dan Isu PP KMHDI), I Gst. Putu kirana Dana Adisatya (Ketua Pengurus Daerah KMHDI Bali), Johan Siburian (ketua GMKI Cab. Badung), I Made Nistra (ketua PERMAHI), Putu Asrinidevi (ketua PC KMHDI Denpasar), Alyuprayitno Umbu Makaborang (ketua GMKI Cab. Denpasar), yang dipimpin oleh Kristoforus Toni Harjo (PPK PMKRI Cab. Denpasar) sebagai moderator.

Acara diawali dengan kegiatan NOBAR (nonton bersama) dan diikuti dengan sesi diskusi, yang membahas seputar isu yang diketengahkan oleh kedua pasangan capres dan cawapres. Dalam acara nonton bersama memang ada sedikit kendala. Sebab ada gangguan teknis dalam layar proyektor yang ditampilkan. Namun tidak menutup antusiasme para mahasiswa yang hadir  mengikuti acara tersebut sampai selesai. Terbukti mereka semakin mendekat dan peserta semakin membludak di tambah kehangatan kopi manis dan camilan mampu menyuguhkan suasana tersendiri dalam perhelatan acaranya. Dengan sesekali mengunggulkan capres dan cawapres yang menjadi jagoannya membahas Tema seputar isu hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

Pada sesi diskusi semua pemateri yang hadir memberikan argumentasi sesuai dengan sudut pandang yang mereka dalami selama mengikuti kegiatan nobar. Ada yang pro ada pula yang kontra terhadap prosesi debat pertama capres-cawapres. Tapi yang menjadi sorotan dari sekian banyak pemateri adalah isi materi yang di berikan oleh masing-masing pasangan calon ternyata tidak mewakili produktifitas seorang pemimpin yang berkualitas. Hal ini diungkapkan oleh Efraim Mbomba Reda dan I Wayan Darmayasa yang sama-sama menyoroti elektabilitas pemimpin saat ini ternyata sangat jauh perbandingannya dengan kualitas sekelas bung karno, presiden RI yang pertama. “sosok pemimpin yang ditampakkan dalam debat pertama capres-cawapres malah seperti kesombongan seekor katak di atas kayu yang merasa berkuasa padahal ia berada di tengan aliran sungai yang deras”, tambah Darmayasa menutupi pernyataannya.

Akan tetapi di akhir diskusi semua pemateri sama-sama berhara acara debat pertama can pres-cawapres menjadi titik awal dalam memberikan solusi jangka panjang dan bukan sekedar konsep belaka. Ada visi misi juga aksi sebagai pembuktian nyata dilapangan. Dan sebagai mahasiswa adalah hak mutlak untuk mengharapkan kontribusi-kontribusi tersebut. (Ma Leo)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »