Saturday 11th July 2020,

Gus Baha’: Menutup Aurat itu Harus Menutupi Dua hal

Gus Baha’: Menutup Aurat itu Harus Menutupi Dua hal
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Perempuan merupakan salah satu makhluk Allah yang diciptakan dengan bentuk tubuh yang indah. Semua dari tubuh perempuan memiliki nilai keindahan. Keindahan tersebut diciptakan bukan untuk dipamerkan, melainkan harus dijaga dengan mengenakan pakaian yang tertutup sempurna. Jika tubuh perempuan dipamerkan dengan tidak mengenakan pakaian yang tertutup sempurna, maka tubuh perempuan tidak lagi indah bahkan merusak keindahannya. Karena akan mengundang fitnah yang bisa merusak.

Tentang keindahan perempuan ini, mampu mengalahkan keindahan surga.  Nabi Adam yang ketika itu telah merasakan kenikmatan surga, masih saja merasa ada yang kurang. Sepertinya kindahan surga tidak akan sempurna tanpa kehadiran seorang perempuan, Hawa. Ini juga dibuktikan dengan ungkapan tentang keindahan surga, bahwa di dalam surga ada sekian bidadari yang akan menyambut kedatangan dan mendampingi kehadiran para penghuni surga kelak. Sungguh, makhluk yang berkelamin perempuan menjadi pelengkap keindahan dunia hingga di akhirat.

Di dunia, perempuan laksana bunga yang tidak pernah layu, menghiasi di setiap tempat dan saat. Siapa saja, bahkan seorang Nabi pun terpesona dan terkagum melihat keindahan perempuan. Sebagaimana pengakuan Nabi kepada Siti Aisyah dengan memberi julukan humaira. Julukan ini sebagai bukti bahwa perempuan sungguh memiliki dimensi keindahan yang luar biasa.

Namun demikian, keindahan perempuan yang bersifat rahasia, harus tertutup dengan busana. Busana selain sebagai penutup tubuh, busana atau pakaian juga sebagai simbol martabat, kehormatan, dan kemuliaan seseorang.

Pakaian merupakan simbol yang menentukan siapa diri kita. Para perempuan sebagai muslimah memiliki simbol yang menentukan dirinya, apakah muslimah yang salehah atau tidak salehah. Simbol tersebut adalah busana atau pakaian. Busana atau pakaian adalah simbol utama bagi perempuan muslimah untuk menentukan kesalehan dirinya.

Namun, apakah hanya cukup menutup tubuh saja sebagai aurat perempuan untuk mewujudkan keindahan perempuan? Menurut Gus Baha’, menutup aurat itu harus menutupi dua hal, yaitu menutupi tubuh karena aurat, juga menutupi sikap dengan akhlak yang baik. (link penjelasan Gus Baha https://www.youtube.com/watch?v=Rbyvjf6rqJI&t=2896s)

Maksud pernyataan Gus Baha’ adalah selain menjaga anggota tubuh dengan menggunakan pakaian yang menutupi, juga harus menjaga perbuatan dengan kelakuan yang baik sebagai perempuan. Jangan sampai, secara fisik memang menutup tubuh dengan busana, tetapi secara prilaku membuka peluang perbuatan tidak baik.

Namun, secara fisik masih saja ada perempuan muslimah yang tidak begitu paham dengan menutup aurat. Sebagian ada yang memang menutup tubuhnya tetapi lekuknya masih tampak atau nerawang karena bahannya tipis tembus pandang. Jadi begini, aurat yang tidak boleh ditampakkan mencakup warna kulit dan lekuk tubuh. Menutup warna kulitnya saja tidak cukup meski tertutup dari rambut sampai ujung kaki, harus disempurnakan dengan menutup lekuknya agar tidak tampak membentuk.

Kriteria busana yang bisa menutup warna dan lekuk tubuh dengan sempurna adalah busana yang tidak minimalis, ketat dan nerawang. Saat ini sudah trend busana jubah perempuan. Memang, jubah tersebut menutup seluruh tubuh perempuan, tapi tidak jarang masih menampakkan lekuk tubuh. Yang rawan tampak dari bagian tubuh perempuan adalah bagian dada dan bokong. Perempuan yang menggunakan jubah, sering banget dua bagian tersebut tampak membentuk. Maka kenakanlah busana yang sekiranya tidak sampai menampakkan lekuk tubuh atau tembus pandang. Hindari busana yang ketat dan bahannya tipis.

Kesimpulannya, menutup aurat itu harus menutup tubuh secara sempurna, tidak tampak lekuk dan tidak nerawang, serta menutup diri dengan kelakuan yang baik. Karena yang dimaksud aurat itu bisa bermakna aib aik secara fisik atau perbuatan. Maka tutuplah fisik dan perbuatannya. (Gtm)

1 Comment

  1. aink go id May 26, 2020 at 8:07 pm

    Andaikan para wanita tahu
    Para suami tidak khawtir sebab memang kultur kita menutup aurat

    Tapi berpa banyak wanita tidak tahu para suami khawtir soal sikap mereka

    Terlebih di zaman medsos
    Suami mau komplain tapi disangka lebay
    Suami diam saja padahal punya hak mendidik

    Dikerasi malah ndalil alasan trend, ekonomi dll

Leave A Response


Translate »