Tuesday 19th November 2019,

Gus Tama : Puisi Adalah Ekspresi Orang Sakit Hati

Gus Tama : Puisi Adalah Ekspresi Orang Sakit Hati
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Dai Muda yang juga Founder aswajadewata.com, Muhammad Taufiq Maulana atau yang akrab disapa Gus Tama memberikan tausiyah ngaji sastra pagi ini di Gedung lantai II STAI Denpasar, Bali. Gus Tama secara khusus menjadi narasumber dalam acara bedah buku antologi puisi berjudul “Risalah Sajak Negeriku” karya para anggota FPM STAI Denpasar Bali.

Dalam materinya Gus Tama menjelaskan jika Puisi merupakan kumpulan orang-orang sakit hati. Sakit hati disini tidak sebatas sakit hatinya orang jomblo melainkan keresahan hati dalam setiap hal.

“Kalau orang sakit hatinya sangat dalam, maka kata-kata yang terungkap akan sangat dalam dan puisinya sangat indah,” paparnya.

Lebih lanjut Gus Tama memberikan contoh sufi Ar-Rumi yang  karena tidak mendapat Rahmat Allah. Maka ia kemudian membuat buku untuk mendapat Rahmat Allah. Begitu pula dengan syair Abu Nawas.

“Misal Abu Nawas (dalam syairnya), gelisah apakah pantas masuk surga sementara ia tidak kuat masuk neraka. Jika diibaratkan kekasih orang ini tidak pantas hidup bersamanya tapi tidak bisa hidup tanpanya,” tambahnya sembari disambut gelak tawa para peserta.

Terkait dengan buku Risalah Sajak Negeriku karya anak didiknya di Forum Penulis Mahasiswa (FPM), Gus Tama memberikan apresiasi yang besar.

“Risalah sajak Negeriku adalah karya luar biasa ditengah para netizen yang nyinyir, ternyata masih ada generasi yang berkarya sebagai wujud cinta tanah air,” terang Gus Tama yang juga penulis buku ‘Fikih Muslim Bali’ ini.

Lebih lanjut Gus Tama menambahkan jika buku ini dapat sebagai oase, ditengah panasnya sosial media. Bahwa tidak semua generasi bangsa suka nyinyir. Ada juga generasi yang tetep mencintai negeri.

Menurut Gus Tama, buku Risalah Sajak Negeriku memiliki empat kunci yaitu; Perbedaan, persaudaraan, persatuan dan kemanusiaan. Gus Tama berharap dengan buku ini dapat memotivasi agar FPM terus berkarya untuk kampus khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.

Laporan: FPM Staid

Leave A Response


Translate »