Monday 16th September 2019,

Habib Aidid, Untuk Siapa Jihad Tersebut?

Habib Aidid, Untuk Siapa Jihad Tersebut?

 

ASWAJADEWATA.COM – Safari dakwah bersama Majelis Rasulullah Bali menghadirkan Al Habib Ahmad Husein Aidid dan Al Habib Muhammad Aidid yang merupakan Munsyid dari Al Habib Umar Al Hafidz di Tarim, Yaman.

Bertempat di Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar rombongan tiba setelah rangkaian Sholat Maghrib berjamaah. Yang dilanjutkan dengan Pembacaan Rotibul Haddad yang dipimpin oleh Habib Tholib Assegaf dari Klungkung. Kemudian sholawat dan sedikit tausiyah oleh Al Habib Muhammad Aidid dengan penerjemah Habib Mahdi dari Klungkung.

Disampaikan bahwa pentingnya mengisi waktu yang mulia yaitu antara Maghrib dan Isya dengan amalan – amalan yang baik. Seperti Membaca Al – Qur’an, Rotibul Haddad dan Pembelajaran tentang Islam.

Disampaikan bahwa pentingnya mengisi waktu yang mulia yaitu antara Maghrib dan Isya dengan amalan – amalan yang baik. Seperti Membaca Al – Qur’an, Rotibul Haddad dan Pembelajaran tentang Islam.

Setelah rangkaian sholat Isya, Tausiyah dilanjutkan oleh Al Habib Ahmad Husein Aidid. Dengan penerjemahnya ialah Habib Mahdi Al Maghroby, yang juga merupakan murid dari Al Habib Umar Al Hafidz, Tarim,Yaman. Adapun beberapa poin yang disampaikan yakni.

Yang pertama ialah, bahwa kita perlu menyadari berada pada kenikmatan, yaitu islam. Dan didalam Islam kita saksikan Allah adalah tunggal dalam keesaan-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah syariat bagi islam. Dan apabila dalam aqidahnya ada yang selain Allah. Dan ia mati dalam keadaan kufur dan akan mendapat siksa.

Yang kedua, bahwasanya hidayah itu datangnya dari Allah SWT. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberi hidayah maka mereka tak akan mampu melakukannya. Tapi seandainya Allah SWT yang menginginkan hidayah, maka Allah SWT akan memberinya cahaya dan kemuliaan. Dan hidayah yang paling agung ialah saat ada orang yang mulia di mata Allah SWT menjadi penyebab hidayah bagi orang lain. Dari yang kufur menjadi beriman. Dari yang bermaksiat menjadi taubat. Bahkan Rasulullah SAW tak enak tidur makan karena menginginkan kafir Qurais merasakan cahaya hidayah .

Ketiga, Islam di Indonesia masuk dengan cara hikmah. Sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Yaitu disebabkan dalam penyebarannya dilakukan dengan hati yang suci, dengan rahmat dan ahlak serta metode yang baik. Lalu ketika masyarakat Indonesia menerima dengan baik dari Aceh, Ambom dan seluruh wilayah Indonesia dapat tersebar dengan baik. Tidak seperti di negata lain yang tersebar melalui peperangan. Padahal Islam dapat berkembang di dunia dikarenakan ahlak yang mulia.

Lalu bagaimana konteks dengan jihad? Untuk siapa jihad tersebut? Kemudian Beliau melanjutkan, jihad pada masa Rasulullah SAW yaitu untuk orang yang kufar yang memusuhi Islam. Dimana mereka adalah pemimpin yang dholim dan memiliki radikalisme. Seperti kafir qurais yang ingin memadamkan cahaya islam. Bukan kepada setiap non muslim.

 

Keempat, apresiasi juga Beliau berikan kepada kepada Bapak Kapolres Gianyar atas pengarahannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kemanan dan menjadi contoh di masyarakat dalam ketertiban dan mematuhi hukum. Dan seyogianya pula muslim di Gianyar pada khususnya, menjadi teladan di lingkungan dengan menjaga Sunnah Rasulullah SAW.
Dimana kemakmuran juga dari sisi maknawi dengan sholat berjamaah. Lima waktu berjamaah. Dan memakmurkan majelis taklim. Dan di masyarakat kita pada khususnya, kita bersyukur dengan munculnya Majelis Taklim dari santri – santri (anak dan usia dini) sehigga mengenal islam dengan baik melalui jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebarkanlah kebaikan semampu kita. Yang kaya dengan harta, yang alim dengan ilmu, yang sholeh dengan doanya dan yang tidak mampu dengan tenaganya.

Terakhir, diwasiatkan kepada kita yang pertama, agar berdoa setelah Shubuh dan Maghrib. Diantaranya,
اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّار
Allahuma ajirna minan naar (7x)

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
La ilaha Illallah wahdahu laa Syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin Qodir (10x)

سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ، وَلاَ اِلٰهَ إِلاَّ الله ُ، وَالله ُأَكْبَرُ
Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa ilaha Illallah, Wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (10X)
Ditambahkan pula, Rasulullah SAW bersabda, Jangankan sepuluh kali, satu saja lebih Aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi.
Kedua jangan lupa membaca Al-Qur’an. Jika tak mampu baca, dengarkan dengan mp3. Walaupun kita tidak mengerti arti (dalam ayat Al-Qur’an), tetap mendapat pahala.

 

Video lengkap

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »