Tuesday 15th October 2019,

Ini Pesan Habib Thohir Kepada Jama’ah Majelis Rasulullah Bali

Ini Pesan Habib Thohir Kepada Jama’ah Majelis Rasulullah Bali

ASWAJADEWATA.COM – Majelis ini memiliki nilai kebaikan, pengaruhnya sangat besar, dan efektif bagi manusia. “Majelis ini pun merupakan taman surga. Ditempat inilah orang yang hadir adalah ketika Allah memerintahkan Rasul untuk bersabar kepada mereka, orang-orang yang mengajak ingat kepada Allah”. Dalam muqaddimah nasehatnya di hadapan Jama’ah Majelis Rasulullah Bali di Denpasar (11/01)

Habib Thohir bin Muhammad Al Haddar mengatakan ada beberapa alasan utama untuk datang ke tempat ini, antara lain karena kita cinta kepada kebaikan dan cinta kepada Allah. Kemudian dalam nasehatnya beliau menyampaikan hadits yang bersanad langsung kepada Rasulullah saw yang diberikan langsung oleh ayah beliau yang didapat dari Habib Abdullah bin Umar As Syathiri.

Abu Darda mengatakan, ”Aku mendapat ini dari baginda Nabi Muhammad saw, kemudian Rasulullah bersabda akan diutus sekelompok orang dihari kiamat, diatas mimbar-mibar yang terbuat dari batu permata, yang tampak dari wajah-wajah mereka, yang semua orang cemburu kepada kedudukan tersebut. Mereka itu bukan dari golongan Nabi dan syuhada. Kemudian seorang pedalaman (badui) bertanya kepada Rasulullah, tentang karakteristik yang mereka miliki. Siapakah mereka itu ya Rasulullah, berikanlah keterangan tentang mereka itu”.

Kemudian Rasululah menjawab, ”Mereka itu orang yang saling mencintai karena Allah, yang mereka berkumpul dari berbagai tempat dan Negara, dan berasal dari suku bangsa yang berbeda, yang mana mereka berkumpul untuk berdzikir kepada Allah swt. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan mereka, dan kalian semua berkumpul dari tempat yang berbeda”.

Kemudian Habib Thohir melanjutkan nasehatnya, bahwa Allah menciptakan manusia dalam empat kategori, golongan yang pertama Allah ciptakan mereka hidup dalam iman kepada Allah, hidup hingga wafatnya. Dan semoga Allah menjadikan kita golongan yang pertama ini. Kedua semoga Allah tidak menjadikan kita golongan kedua yang diciptakan dalam keadaan hidup kufur, mati dan wafatnya pun dalam keadaan kufur. Golongan yang ketiga adalah orang yang diciptakan dalam keadaan kufur, hidupnya kufur dan wafatnya dalam keadaan iman kepada Allah. Golongan yang keempat adalah golongan yang termasuk dalam musibah yang berat, Allah jadikan hidupnya iman, tapi diwafatkan dalam keadaan kufur.

Semoga Allah menetapkan kita dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah, Islam dan iman dan jauhkan kami dari fitnah yang batil. Dan tetapkan hati kami kepada agama Islam.

Allah jadikan manusia dengan bentuk karakter dan tabiat bermacam-macam, ada tabiat yang Allah cintai dan benci. Diantara manusia yang berkarakter macam–macam ada tipikal yang tak mudah marah, dan cepat memaafkan. Apabila marah dia langsung memaafkan. Golongan kedua, yaitu orang-orang yang cepat emosi dan sulit memaafkan, dalam jangka waktu yang lama baru bisa memaafkan. “Kalau kita mudah memaafkan orang lain, maka Allah akan mudah memaafkan diri kita. Orang yang Allah berikan kekuatan adalah ketika orang itu menerima cacian kemudian dibalas dengan kebaikan, sebagian manusia mereka ‘fifty-fifty’, ada yang cepat marah dan ada yang cepat memafkan”, lanjut beliau.

Kesimpulan orang yang susah marah dan cepat memaafkan. Karena amarah adalah natural dan bagian tabiat manusia, Allah tidak memuji orang yang tidak marah, tapi allah memuji orang yang marah tapi cepat minta ampun kepada Allah. “Dia punya amarah tapi ketika dicaci dia cepat menahan amarahnya”, pungkasnya

(Syah)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »