Monday 14th October 2019,

Habib Umar Bin Hafidz Akan Gembleng Santri-Santrinya Menjadi Kader NU

Habib Umar Bin Hafidz Akan Gembleng Santri-Santrinya Menjadi Kader NU

ASWAJADEWATA.COM | Jakarta, Pertemuan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Ulama kharismatik asal Hadramaut, Yaman, Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz di lantai 3 Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, berlangsung Senin (23/9).

Silaturrahmi tersebut membahas tentang Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), dan Islam wasathiyah, seperti yang dikatakan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, dilansir dari nu.or.id

“Beliau sangat-sangat NU karena (pengikut) Imam Asy’ari, Imam Syafi’i. Beliau bahkan sangat mendoakan NU, bahkan membaca kitab-kitab karya KH Hasyim Asy’ari di sana, diajar ke murid-muridnya,” kata Kiai Said usai pertemuan.

Kemudian dikatakan lagi oleh Kiai Said, dalam pertemuan itu Habib Umar menyampaikan terima kasih kepada NU karena telah menjadi benteng Aswaja di Indonesia. Atas peran NU, Aswaja hingga kini tetap eksis dan kuat di Indonesia. Bagaimana kiprah NU selama ini berpengaruh kuat bagi kelangsungan paham Aswaja di Indonesia yang dapat menjadi syi’ar di seluruh dunia

“Kalau enggak ada NU, mungkin Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia sudah hilang,” kata Kiai Said menirukan pernyataan Habib Umar.

Menurut penjelasan Kiai Said, Habib Umar mengungkapkan bahwa santri asal Indonesia yang ada di Yaman sekitar 1000 orang, dan santri-santri tersebut dikatakannya akan dipesankan oleh Habib Umar agar ketika kembali ke Indonesia untuk aktif di NU.

“Beliau akan mengkader, menggembleng santri-santri asal Indonesia agar kalau pulang ke Indonesia harus aktif di NU,” jelasnya.

Sementara Kiai Said mengatakan kepada Habib Umar bahwa NU bukan hanya benteng Aswaja di Indonesia, melainkan di Nusantara. Indonesia tetap kuat walaupun diapit oleh dua negara non-Muslim, yakni China dan Australia

Menurut Kiai Said, prinsip wasathiyah (moderat) yang dipegang oleh Indonesia, menyebabkan Islam di sini tidak mudah dirusak.

“Kalau kita enggak wasathiyah, kita sudah diserang, tapi karena kita beprinsip wasathiyah, maka mereka menghormati kita,” ujar Kiai Said kepada Habib Umar.

Ssumber: nu.or.id 

 

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »