Tuesday 07th April 2020,

IKSASS Badung Niatkan Perkuat Benteng Islam Rahmatan Lil Alamin

IKSASS Badung Niatkan Perkuat Benteng Islam Rahmatan Lil Alamin
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BADUNG

Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) sebagai organisasi Alumni Pondok Pesantren Sukorejo, Ponpes rintisan Pahlawan Indonesia, KHR. As’ad Syamsul Arifin, yang saat ini dibawah asuhan KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy mengadakan pertemuan dalam rangka Musyawarah Kerja (Musker) Rayon IKSASS Badung 2020 di Jl. Gg Wijaya, Suwung, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, Senin, 16 Maret 2020.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh anggota IKSASS Badung, khususnya jajaran pendahulu atau senior-senior IKSASS.

Ahmadi, salah satu pendiri IKSASS Badung mengapresiasi keaktifan IKSASS saat ini.

“Sekarang IKSASS Badung sudah besar dan banyak dikenal masyarakat. Beda dengan dulu, kami selaku perintis, merasakan betul, mejalankan IKSASS dulu tidak semudah sekarang,” kata Ahmadi saat memberi motivasi, Senin, 16 Maret 2020.

“Baik mengajak teman-teman alumni untuk bergabung, apalagi untuk megadakan kegiatan yang harus izin lingkungan setempat, waktu itu tidak mudah. Mengingat masa-masa itu terjadi Bom Bali. Jadi, Islam Phobia masih terasa betul,” tambahnya.

Ust. Zaini, mantan Ketua IKSASS juga memberi motivasi kepada pengurus periode 2020-2024. Ia berpesan, dalam berjuang di IKSASS agar menjadikan barokah sebagai pegangan.

“Jangan keuntungan yang lain. Karena pengorbanan kita dan keringat kita, jika dibarengi keikhlasan mengabdi, Kiyai Syamsul, Kiyai As’ad, dan Kiyai Fawaid Insya Allah tersenyum dan bangga,” pesan Ust. Zaini.

Hadar, selaku Ketua IKSASS Badung saat ini mengajak seluruh anggota dan pengurus IKSASS Badung untuk bersama-sama mengabdi di IKSASS. Agar cita-cita IKSASS sebagai tangan panjang pesantren Sukorejo tercapai.

“Terutama dalam mendakwahkan Islam Rahmatan Lil Alamin, seperti yang telah diajarkan para Kiyai-kiyai kita di Pesantren, ditengah gencarnya gerakan-gerakan paham radikal yang merusak kerukanan umat beragama,” katanya.

Penulis: Wandi Abdullah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Leave A Response


Translate »