Tuesday 15th October 2019,

IKSASS Jembrana Rayakan Harlah Ke-31 dengan ‘Nasi Ghulung’

IKSASS Jembrana Rayakan Harlah Ke-31 dengan ‘Nasi Ghulung’

ASWAJADEWATA.COM – Jembrana, Minggu (6/10), para alumni Ikatan Santri Salafiyah Salafi’iyah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (IKSASS) Jembrana menggelar harlah IKSASS ke-31. Acara ini diselenggarakan di Sekretariat IKSASS Alumni Jembrana dengan dihadiri oleh pengurus alumni jembrana, wali santri, simpatisan maupun anak-anak yatim yang diundang sebelumnya.

Di usia IKSASS yang saat ini sudah memasuki hitungan ke tiga dasawarsa, memang sudah seharusnya untuk disyukuri. Karena bagaimanapun juga usia 31 tahun tentu usia yang tidak muda lagi. IKSASS sebagai sebuah organisasi sudah menjalani dinamika suka duka dalam proses perjalanan pergerakannya selama ini. Maka, dari sini kemudian perkembangan IKSASS dari tahun ke tahun patut untuk disyukuri oleh setiap alumni-alumni yang tersebar di berbagai belahan Nusantara. Tidak terkecuali juga adalah IKSASS Alumni Jembrana. Dalam kegiatan yang berlangsung minggu siang ini IKSASS Alumni Jembrana mengemas kegiatan Harlah ke 31 ini tidak hanya dengan kegiatan seremonial saja, tetapi juga harlah ini diawali dengan pembacaan Rotibul Haddad dan Istighotsah, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim. Dalam kegiatan ini diharapkan sebagai alumni pesantren dapat menjadi pelopor dalam “menebar keberkahan untuk kemaslahatan”, sebagaimana tema Harlah IKSASS kali ini.

Santunan kepada anak-anak yatim piatu

Dalam sambutannya di acara Harlah IKSASS ke 31 ini, H. Yunus sebagai pengurus tanfiziyah IKSASS Alumni Jembrana dan juga selaku anggota DPR terpilih Kab. Jembrana mengajak para alumni mengingat kembali Trilogi Pesantren Sukorejo yang tertuang dalam dawuh KHR. As’ad tentang pendidikan keumatan, pergerakan dakwah ke NU-an dan ekonomi yang berbasis kemasyarakatan. H. Yunus mengatakan bahwa alumni Sukorejo yang menjalani fungsinya sebagai “bumper” pesantren sukorejo harus bisa mengimplementasikan dawuh KH. As’ad tersebut. Alumni pesantren tidak harus hanya bergerak dalam dunia pendidikan sebagai seorang guru, ustad, dan kiai.Tapi juga harus berperan dalam organisasi ke-NU-an baik harakah dan fikrah, zahir dan bathin. Selain itu juga alumni juga bisa mewarnai dunia perekoniman yang oleh banyak kalangan pesantren sering tertinggal.

“KH. As’ad menginginkan alumni bergerak dalam ekonomi kemasyarakatan yang bertujuan untuk memberikan kemaslahatan kepada masyarakat. Bukan ekonomi yang berorientasi kepada keuntungan pribadi atau golongan,” ujar H. Yunus.

Acara Harlah IKSASS ke-31 yang diadakan kali ini menurut panitia terbilang cukup sukses dan berjalan lancar. Pada tahun sebelumnya pelaksanaan harlah IKSASS yang diadakan di desa Air Kuning juga dengan agenda yang sama, namun bedanya pada tahun ini jumlah alumni yang hadir lebih banyak. Antusiasme para alumni Jembrana ini sudah terlihat sejak H-10 karena informasi terkait pelaksanaan kegiatan ini telah disebar melalui berbagai media sosial.

Keakraban para alumni terlihat saat menyantap hidangan ‘Nasi Ghulung’ bersama

Rangkaian acara harlah Iksass yang dilaksanakan oleh alumni jembrana tahun ini ditutup dengan makan bersama dengan menu ala pesantren ‘Nasi Ghulung’ atau bagi para santri lebih mengenal dengan sebutan ‘Kulluhum’ dan beberapa konsumsi lain yang dibawa secara sukarela oleh para alumni yang hadir. Tentu harapannya, mengingatkan kembali masa-masa menjadi santri, “Duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi” sebagaimana tujuan dari kegiatan rutin ini, yaitu untuk  menjalin silaturrahmi sesama alumni.

Salam IKSASS.
BERJUANG BERSAMA, MENGABDI TANPA BATAS!

Reporter: Ahmad Wildan
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »