Wednesday 18th September 2019,

Indonesia Berduka, Sosok Kiai Penyatu Umat itu Telah Pergi

Indonesia Berduka, Sosok Kiai Penyatu Umat itu Telah Pergi

ASWAJADEWATA.COM – Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un… Kabar wafatnya KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Kota Suci Mekah al-Mukarromah, hari ini, Selasa (6/8) jam 04.17 WIB disampaikan oleh pihak keluarga melalui jaringan media sosial Nahdlatul Ulama. Seluruh warga Nahdliyin dan bangsa Indonesia ikut berduka mendengar kabar tersebut.

“Nembe mawon kaundut Simbah Maimoen Zubair wonten Mekah,” demikian pesan Gus Abdul Ghafar Rozin, Ketua PP RMI PBNU, yang tersebar di media sosial, Selasa (6/8).

Sekretaris Jenderal PBNU KH A Helmy Faishal Zaini juga mengungkapkan rasa berdukanya melalui siaran pers hari ini.

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Berduka yang sangat mendalam. Indonesia kehilangan tokoh panutan, pemimpin & pengayom umat.  Bangsa Indonesia kehilangan tokoh yang penuh sikap kebersahajaan. Semoga teladan almaghfurlah diteruskan para kader-kader bangsa. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya & menempatkannya di surga yang terbaik,” terang KH. Helmy Faishal Zaini, Selasa (6/8).

KH Helmy juga menerangkan bagaimana sosok Mbah Moen sangat gigih dalam memperjuangkan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

“KH. Maimoen Zubair merupakan sosok yang gigih untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan ke-Indonesia-an. Salah satu upaya penting yang dilakukan oleh KH. Maimoen Zubair adalah menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah SWT atas perjuangan yang penuh dengan kesungguhan dan menghapuskan penjajahan,”

Mbah Moen merupakan pendiri Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. Mbah Moen juga Mustasyar PBNU. Santri-santri mbah Moen banyak menjadi tokoh nasional hingga internasional.

Mbah Moen juga adalah tokoh kiai kharismatik yang seluruh hidupnya diwakafkan untuk umat dan bangsa Indonesia. Pengasuh pondok pesantren tempat Gus Baha’ menimba ilmu itu wafat pada usia 90 tahun.

“Semoga jejak keteladanan yang diwariskan oleh KH. Maimoen Zubair bisa kita serap sebagai pelajaran untuk menghadapi tantangan zaman di masa yang akan datang,” doa KH Helmy Faishal Zaini.

Semoga Mbah Moen husnul khotimah dan semoga ditempatkan di dalam surganya Allah SWT. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin…

Alfatihah…

(*)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »