Wednesday 16th October 2019,

 Jumat Toleransi, Pecalang Menjaga Pelaksanaan Shalat Jumat

 Jumat Toleransi, Pecalang Menjaga Pelaksanaan Shalat Jumat

ASWAJADEWATA.COM- Mungkin akan kaget dan bertanya-tanya bagi orang yang tidak kenal dan mengerti Bali, ketika melihat kondisi shalat Jumat di Bali. Bagi orang yang polos akan bertanya-tanya, ketika melihat orang menjaga shalat Jumat tetapi kok tidak shalat Jumat. Orang ini menganggap orang yang menjaga shalat Jumat dengan pakaian hitam adalah muslim juga.

Kemudian, jika orang tersebut mengetahui bahwa orang yang berpakaian hitam menjaga pelaksanaan shalat Jumat adalah orang Hindu, dia akan bertanya-tanya, kok bisa orang non muslim menjaga pelaksanaan ibadah orang Islam, kan seharusnya orang Islam juga yang menjaga pelaksanaan shalat Jumat.

Mungkin demikian gambaran orang yang tidak mengenal Bali, atau baru sampai ke tanah Bali bertepatan dengan Hari Jumat. Sementara bagi kami yang sudah mengenal dan mengerti Bali, orang yang berpakaian hitam menjaga pelaksanaan shalat Jumat merupakan hal biasa. Istilah masyarakat Bali adalah Pecalang, yaitu keamanan khusus perangkat desa adat di Bali atau umat Hindu dengan seragam khas Bali berwarna serba hitam.

Partisipasi dari umat Hindu menjaga pelaksanaan shalat Jumat bukan tidak berdasar, bagi umat Hindu ada prinsip dalam ajarannya yang diistilahkan dengan Tri Hita Karana.  Istilah ini bermakna tiga prinsip yaitu: Pawongan, Palemahan, dan Parahayangan. Pawongan artinya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, Palemahan menjaga hubungan dengan alam, dan Parahayangan menjaga hubungan dengan Tuhan. Terakhir ini dimaksudkan juga menjaga tempat-tempat suci, baik tempat suci ritual umat Hindu maupun tempat suci umat Islam atau umat yang lain.

Oleh sebab itu, umat Hindu di Bali selalu membantu menertibkan dan mengamankan kegiatan umat Islam yang dilaksanakan di Masjid. Ini sebagai wujud pengamalan dari ajaran Tri Hita Karana. Begitu juga sebaliknya, umat Islam juga ikut membantu keamanan acara-acara umat Hindu. Saling membantu dan menjaga semacam ini, sudah menjadi budaya toleransi yang harmonis di Bali.

Pemandangan pada hari Jumat, tepatnya di saat umat Islam melaksanakan shalat Jumat, para Pecalang menjaga keamanan di masjid. Tugas mereka adalah mengatur lalu lintas, kemudahan para jamaah memarkir kendaraan dan membantu mengarahkan para jamaah ke posisi yang tertib.

Antara umat Islam dan umat Hindu di Bali memang sudah sejak lama saling menjaga keamanan dan ketentraman Bali. Dalam catatan sejarah, umat Islam dan umat Hindu bersatu melawan penjajah demi tegaknya kemerdekaan NKRI. Dari sejarah inilah, generasi ke generasi hingga sekarang tetap saling menjaga dan melindungi untuk Bali harmonis, aman dan bersatu.

(Muhammad)

 

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »