Wednesday 18th September 2019,

Ketua LTN NU Denpasar, Umar Hamdan Mengedepankan Ilmu Ketimbang Adab

Ketua LTN NU Denpasar, Umar Hamdan Mengedepankan Ilmu Ketimbang Adab

ASWAJA DEWATA.COM – Dunia maya membuat gerah kiai dan santri NU melalui akun yang bernama Hamdan Umar Karrar yang asal menafsirkan do’a yang dibacakan Mustasyar PBNU KH. A. Mustofa Bisri yang dikenal dengan Gus Mus, setelah penutupan pengajian posonan. (30/5)

Sebelum menafsiri dengan kapasitas ilmu yang dimiliki Hamdan Umar mengatakan, Masyaallah Pinter banget orang ini ya, sampe Indonesia di do’akan dengan do’a.

اللهم عليك باندونيسيا

Dalam statusnya Hamdan melanjutkan dengan tulisan Hei,,, tau nggak anda apa arti do’a itu ? dengan angkuhnya dia mengucapkan seperti itu. Kemudia dia menafsiri dengan pemahamannya  bahwa arti do’a itu Ya Allah, Hancurkanlah Indonesia. Masyaallah

Ketua LTN NU Kota Denpasar Syahrial Ardiansyah merespon bahwa pemahaman seperti inilah yang menyebabkan kotornya hati seorang santri akibat mencela keilmuan seorang ulama, yang lebih mengedepankan ilmu ketimbang adab. Terlebih dia adalah seorang santri yang nyantri kepada Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki.

Hanya karena merasa mempunyai ilmu agama dan bisa membaca kitab yang tebal-tebal, kemudian dengan nafsu amarahnya bukan hanya mengkritik, tapi narasi yang tercatat adalah bentuk celaan yang harusnya tidak sampai terjadi. Terang Alumni Institut Agama Islam Tri Bakti, Kediri ini.

“Jejak digital menjadi sebuah pelajaran berharga kepada seseorang yang aktif mengupload  tulisan ataupun gambar, baik di akun facebook, instagram, ataupun lainnya. Agar mengingatkan seseorang pada kehati-hatian membuat tulisan ataupun memberikan komentar yang dinilai kurang baik”, ujarnya.

Akibat kejadian tersebut Ketua PCNU Pamekasan KH. Taufik Hasyim mengingatkan bahwa status tersebut tidak hanya melecehkan Gus Mus, tapi lebih dari itu postingan tersebut juga menyalahi disiplin keilmuan, yakni nahwu, yang sudah baku. “Ia yang tujuan awalnya ingin menunjukkan kealiman, tapi malah menampakkan kebodohannya”.

“Sikap itu tidak berakhlak dan tidak mencerminkan pribadi seorang yang berilmu dan tidak menunjukkan nilai-nilai kesantrian. Justru yang terlihat dalam postingan itu nilai-nilai premanisme”. menurut Alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri tersebut. (Syah)

 

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »