Tuesday 15th October 2019,

Ketua PHDI Bali: Sambut Tahun Baru dengan Spirit Agama

Ketua PHDI Bali: Sambut Tahun Baru dengan Spirit Agama

ASWAJADEWATA.COM – Senin (31/12/2018) malam, masyarakat akan merayakan malam pergantian tahun dari tahun 2018 menuju tahun yang baru yaitu tahun 2019. Dalam perayaan tahun baru ini, hendaknya masyarakat merayakannya dengan cara yang berkualitas.

Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau agar umat Hindu merayakan tahun baru tidak dengan kualitas yang rendah.

“Mabuk-mabukan yang sifatnya Sad Ripu, hura-hura jangan dilakukan apalagi berbarengan dengan Pemacekan Agung,” kata Sudiana ketika dihubungi, Senin (31/12/2018) pagi.

Ia berharap umat Hindu melakukan tapa bratha, yoga semadhi dan tidak melakukan perayaan yang sifatnya kebarat-baratan.

“Tahun baru masehi bersamaan dengan Pemacekan Agung hendaknya dilakukan dengan spirit dan dengan cara beragama Hindu dengan jalan bakti marga. Karena pas dengan Pemacekan maka lakukan dengan sembahyang ke pura, maupun melaksanakan dharma tula,” imbuhnya.

Sehingga dalam perayaan tahun baru ini akan dapat poin positif. Perayaan tahun baru dengan jalan spiritual jauh lebih tinggi kualitasnya untuk melawan godaan dalam kehidupan. Evaluasi apa yang perlu disempurnakan kualitasnya pada tahun 2019. Jika belum sempurna tingkatkan kualitasnya.

“Saya harap umat Hindu semakin rendah hati, damai, rukun, memandang bahwa seluruh warga, bangsa, masyarakat adalah saudara sehingga tidak terjadi hal-hal yabg menyebabkan pertikaian,” katanya.

Mengingat tahun 2019 ini merupakan tahun yang cukup banyak kegiatan terutama kegiatan politik. Apalagi di zaman politik, kalau tidak cerdas bisa menyebabkan kejadian yang buruk bisa terulang.

“Jangan pecah karena politik dan jangan sampai salah memilih pemimpin. Seluruh warga masyarakat harus memegang kecerdasan, harus waspada dan mampu memilah sesuatu yang terbaik, yang tidak baik diperbaiki,” kata Sudiana.

Ia juga mengatakan umat Hindu selalu taat dengan Guru Wisesa harus mematuhi imbauan dari pemerintah saat perayaan tahun baru.

“Jangan membunyikan petasan saat tahun baru. Anak-anak kan sedang gatel-gatelnya dan orang tua selalu mengingatlan. Tekan pelanggaran sedini mungkin,” katanya.

Menurutnya kualitas perayaan tahun baru akan semakin meningkat jika dimaknai dengan olah spiritual.

“Dengan begitu tidak akan ada yang mabuk-mabukan, karena dilarang oleh agama Hindu. Jangan kebut-kebutan di jalan itu tidak boleh,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh tempat hiburan karena berbarengan dengan Pemacekan Agung agar tutup pada jam yang seharusnya.

“Jangan sampai pagi. Jam 12 dan maksimal jam 1 pagi sudah selesai sehingga tahun baru bersamaan dengan Pemacekan Agung bisa menyeimbangan hal duniawi dan spiritual,” katanya (Tribune Bali)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »