Monday 19th October 2020,

Kiai Azaim: Mereka Yang Terpapar Karena Tertarik Dari Bungkus

Kiai Azaim: Mereka Yang Terpapar Karena Tertarik Dari Bungkus
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Memang, kebanyakan orang lebih suka atau tertarik dari bungkusnya. Tidak terkecuali dalam beragama. Di zaman yang serba media sosial seperti saat ini, ada sebagian kelompok membungkus agama dengan kemasan yang menarik. Tujuannya untuk mendapatkan pengikut yang lebih banyak. Atau sebaliknya, kepentingan atau ambisi dikemas dengan bungkusan agama yang menarik. Sehingga, seolah tujuannya untuk kepentingan agama padahal ternyata untuk kepentingan kelompok atau ambisinya.

Karena kemasannya sangat menarik yang dishare di media sosial, maka tidak sedikit orang yang tertarik untuk ikut atau masuk di kelompok tersebut. Seolah sangat agamis, karena memang dibungkus dengan penampilan yang menarik, yang mengesankan benar-benar untuk kepentingan agama. Namun kenyataannya, mereka melakukan itu semua semata merebut jamaah untuk kepentingan tertentu.

Sebagaimana Kiai Azaim menyampaikan,  “Karena mereka yang terpapar, dapat kita simpulkan, karena tertarik dari bungkus, dari kulit yang ditampilkan begitu mempesona. Media cetak, media elektronik, media sosial dan semacamnya, dikemas begitu santun, begitu indah, begitu cantiknya. Sehingga naluri siapapun, tidak hanya orang NU, tetapi orang awam akan mudah terjebak”

Jadi, menurut Kiai Azaim dalam pernyataannya di atas, jangan kan orang awam, orang NU saja yang mungkin sudah bertahun-tahun menjadi warga NU bisa tertarik lalu terkecoh oleh kemasan mereka yang menarik. Memang ada sebagian orang NU menjadi kelompok mereka, karena diawali dari ketertarikan penampilan lalu didoktrin dengan paham mereka. Ya sudah, awalnya mau tahlilan, yasinan dan solawatan menjadi anti bahkan menyerang balik dengan tuduhan bid’ah dan sesat.

Oleh sebab itu, Kiai Azaim berpesan “Kita punya tugas yang berat sebagai warga NU yang mencintai jam’iyah ini, bahwa kedepan penyampaian dakwah Islam ahlussunnah waljama’ah dengan konsep wasathiyyahnya, yang diperjuangkan oleh NU sejak awal berdirinya, perlu pengemasan, metode, cara penyampaian yang lebih menarik untuk menyentuh beberapa segmen masyarakat”

Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi NU untuk merawat dan mempertahankan warga NU agar tidak terjebak kepada bungkus yang mereka sengaja buat demi menarik pengikut yang lebih banyak. Semoga kita istiqamah berada di jalan NU bersama para ulama waratsatul amniya’.

Tulisan ini dari yutub https://www.youtube.com/watch?v=Rnl8sbu5G80&t=88s

(Gus Tama)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response


Translate »