Saturday 11th July 2020,

Kiai Azaim: Sabar itu Kekuatan, Sabar Itu Senjata

Kiai Azaim: Sabar itu Kekuatan, Sabar Itu Senjata
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Sabar adalah perintah serius dalam Islam. Keseriusan ini dibuktikan dengan banyaknya pernyataan tentang sabar dalam nash baik Alquran dan Hadits. Allah senantiasa bersama orang-orang yang sabar, sabar merupakan bukti separuh keimanan seseorang, bahkan Rasulullah sampai mengulang beberapa kali “Jangan marah” sebagai penegasan bahwa sabar itu sangat penting bagi diri seseorang.

Tentang keutaman sabar bagi seorang hamba juga banyak dijelaskan dalam literatur keislaman. Sabar adalah sifat yang sungguh sangat luar biasa jika diamalkan oleh setiap hamba. Orang yang sabar dianggap sebagai ibadah yang bernilai pahala yang kemudian menaikkan derajat mulia di sisi Allah.

Dawuh Kiai Azaim, “Orang yang sabar tidak berbilang berapa banyak pahala kebaikannya. Tak Terhingga. Maka ibadah kesabaran ini, ibadah yang sering melejitkan seorang hamba menuju derajat yang tertinggi”

Selain sebagai ibadah yang menjadikan seorang hamba berpangkat mulia di sisi Allah, sabar juga menjadi energi, kekuatan dan senjata dalam kehidupan seorang hamba. Kita sebagai manusia tentu akan berintraksi bersama banyak orang yang memiliki karakter dan sikap yang bermacam-macam.

Maka, sabar adalah sifat yang mampu menyikapi semua karakter dan sikap setiap manusia. Bahkan kepada lawan atau musuhpun, sabar menjadi kekuatan untuk menyikapinya dengan baik dan bijak, yang kemudian membuat dia berubah menjadi seseorang yang lunak dan penuh cinta. Dan, kemenangan lebih disebakan oleh kesabaran.

Sebagaimana Kiai Azaim menjelaskan, “Jadi, sabar itu energi, sabar itu kekuatan, sabar itu senjata. Berapa banyak orang sabar menang. Berapa banyak orang sabar ditinggikan derajatnya. Berapa banyak orang sabar, musuh-musuhnya menjadi pecinta”

Kiai Azaim mengisahkan kesabaran Rasulullah, “Baginda Nabi yang paling utama contoh kesabarannya, ada orang ingin membunuh Nabi. Begitu sudah mendekat, hanya diberi senyuman tulus oleh Nabi. Langsung jatuh pedangnya, dan bersyahadat. Pedang dikalahkan oleh senyuman karena kekuatan sabarnya luar biasa. Ikhlasnya luar biasa sehingga senyumnya setajam pedang”

Tulisan ini bersumber dari video yang diposting di facebook Vidio Guruku (Gus Tama)

 

Leave A Response


Translate »