Wednesday 18th September 2019,

Kiai Mustafa Amin, NU Banyak Memberikan Kontribusi Besar Bagi Bangsa Indonesia

ASWAJADEWATA.COM – Rais Syuriyah PCNU Kota Denpasar KH. Mustafa Al Amin mengawali pesannya kepada semua pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, banom dan lembaga bahwa Halal Bi Halal adalah salah satu tradisi yang ada di Negeri ini, yang pada malam hari ini dimanfaatkan oleh kita untuk saling bertemu antar pengurus setelah menjalankan puasa ramadhan. (5/7)

“Perlu diketahui tokoh-tokoh PBNU dari masa ke masa telah menorehkan beberapa sejarah bagi Bangsa yang kita Cintai ini, seperti istilah Darussalam hasil Muktamar NU ke- 11 tahun 1935 di Banjar Masin. Orientasinya adalah guna mengcounter keinginan sebagian umat Islam menginginkan bentuk Negara Islam, atas bentuk Negara yang kita anut berdasarkan Pancasila.

Nu secara riil telah memberikan banyak kontribusi bagi Bangsa ini.” Tegas Alumni Pon Pes At Tamimi Lombok Tengah, NTB itu.

“Jargon Hubbul wathon minal iman yang digagas oleh Kiai Hasyim Asy’ari merupakan ungkapan sangat penting, menawarkan bagi mereka yang ingin merubah Negara berasaskan Pancasila, dengan bentuk Negara berbasis syariah secara formalitik.” Tandasnya

Begitu pula penerimaan Asas Tunggal Pancasila oleh NU pada tahun 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo berkat kecerdikan Kiai As’ad Syamsul Arifin, yang kemudian pada waktu itu diformalistikan oleh Kiai Achmad Shiddiq.

“Kemudian kita mengenal ada istilah Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah, dan Ukhuwah Basyariyah yang digagas oleh KH. Abdul Muchit Muzadi kakak dari KH. A. Hasyim Muzadi untuk mengklasifikasi komunitas yang ada di dunia.” Terang Penasehat MUI Kota Denpasar tersebut.

Kemudian Kiai Mustofa mengingatkan bahwa kerja besar bagi NU menawarkan ukhuwah basyariyah supaya dunia ini damai, walaupun diberbagai belahan dunia terdapat banyak perbedaan agama, suku, dan ras.

Dalam pesannya beliau juga menuturkan bahwa ada istilah Ukhuwah Nahdliyah yang urgensinya muncul dibagun atas nilai nilai keaswajaan NU yang didalamnya, antara lain ta’aruf (saling mengenal), taawun (saling menolong), tadhamun (saling mendukung) dan lainnya. (Syah)

 

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »