Wednesday 18th September 2019,

KIAI NAWAWI, Esensi Kerangka Ushul Fiqh dan Pemikiran Liberal

KIAI NAWAWI, Esensi Kerangka Ushul Fiqh dan Pemikiran Liberal

ASWAJADEWATA.COM | Wakil Rais Syuriyah PCNU Situbondo mengawali penjelasannya mengenai cara menafsirkan agama yang objektif ada dua hal penting yang tidak boleh ditinggalkan, psikologis dan gramatika. Kedua poin itu penting dalam upaya melakukan dialog antara pembaca dan pengarang. Karena itu, sikap saling mendengar (reciprocal listening), take and give, dan saling menghargai sangat urgen untuk mencapai obyektif.

Namun, karena lawan bicara (mukhathab) diwakili teks/firman, maka pendekatan kebahasaan menjadi suatu alternatif petunjuk sampai pada tujuan pemahaman yang objektif. Dalam hal ini, Al-Qur’an dan Sunnah sebagai koleksi titah Allah SWT (khitabullah) harus dipahami untuk menemukan kehendak-Nya. Tugas Ushul fiqh adalah untuk menunjukkan dan melakukan interogasi terhadap kode-kode yang dipasang penulis (syari’) agar pembaca bisa menerobos bilik-bilik makna yang terkandung dalam teks Al-Qur’an dan Sunnah. Terang Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Al Azhar, Mojosari, Situbondo

Kemudian beliau memberikan contoh dalam kaidah ushul:

العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

Akibatnya ada ungkapan, “setiap Mujtahid benar” ini merupakan sampel konkret mengenai penangkapan terhadap teks agama untuk mencapai kehendak Allah SWT. Karena itu, sungguh luar biasa ulama kita telah merumuskan Ushul fiqh secara sistematis untuk menangkap kehendak Allah SWT secara obyektif dengan kaidah lughawiyah dan tasyri’iyah. Namun, sayangnya Ushul fiqh hanya dipelajari dan dihafalkan tanpa diterapkan untuk menjawab problematika sekarang ini. Tegasnya

Singkatnya, selama menerapkan hukum sesuai dengan juklak dan juknis Ushul fiqh sekalipun keluar dari mainstream pemikiran pada umumnya tidaklah dikategorikan pemikiran liberal karena ukuran liberal itu (mi’yar libraliyah) di luar kerangka metodologi Ushul fiqh. Pungkasnya

(Syahrial A.)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »