Wednesday 18th September 2019,

Korelasi Fitnah dengan Komunikasi

Korelasi Fitnah dengan Komunikasi

ASWAJADEWATA.COM- Sebagai manusia yang sehari-hari tidak akan pernah lepas dari komunkiasi dengan orang-orang di sekitar, tentu -kadang – terjadi komunikasi yang tidak baik dan sportif. Hidup di tengah-tengah suatu komunitas, lingkungan, atau masyarakat, yang di dalamnya beraneka ragam karakter manusia, sudah pasti terjadi komunikasi yang sering diselewengkan.

Dari karakter manusia yang bermacam-macam dan tidak akan lepas dari kmunikasi dengan orang-orang, di saat itulah fitnah timbul ke permukaan dan merambah di tengah-tengah komunitas, lingkungan, dan masyarakat.

Ketika fitnah muncul dan menyebar dari satu mulut ke banyak telinga, lalu menjadi menu pebicaraan sehari-hari di kerumunan orang-orang, di saat itu seseorang yang menjadi korban akan mengalami komunikasi yang buruk. Dia sulit berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, seolah-seolah dirinya telah menjadi orang yang hina atau menjadi sampah masyarakat. Merasa tidak nyaman menjalin komunikasi dengan orang-orang sekitarnya.

Fitnah memang lebih kejam dari pada pembunuhan. Mungkin, pembunuhan hanya menghilangkan nyawa seseorang, kemudian orang yang dibunuh –fisik dan segala yang berhubungan dengan dirinya- tidak ada, hilang seiriang nafas terakhirnya berhembus. Namun, kekejaman fitnah akan menghilangkan kehormatan, nama baik, martabat, dan kemuliaan seseorang.

Orang yang menjadi korban fitnah memang tidak kehilangan nyawa, namun baginya, dia merasa kehilangan nafas kehidupan di tengah-tengah masyarakat, dia merasa ditelanjangi di hadapan banyak orang, dia merasa wajahnya dilempari kotoran, bahkan –jika hatinya tidak kuat- dia merasa putus asa. Sesuatu yang berhubungan dengan dirinya, semuanya menjadi buruk.

 

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »