Wednesday 18th September 2019,

Lemah Lembut Tanda Diterimanya Haji

Lemah Lembut Tanda Diterimanya Haji

ASWAJADEWATA.COM – Siapa yang berniat haji dengan benar maka akan bertambah keluhurannya dan kebaikannya. Demikianlah yang disampaikan oleh Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf pada acara Tasyakuran dan Doa Bersama, Walimatus Safar Lil Hajj, Ahad 21 Juli 2019.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar ini dimulai dengan Sholat Ashar berjamaah. Lalu dilanjutkan di lantai bawah dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Ustadz Ali Fardi. Dan Sholawat dibacakan oleh Ustadz M. Sofiuddin.

Kemudian sambutan dari perwakilan Calon Jamaah Haji yakni oleh H. Ibnu Atho’illah,ST,MT. Beliau menyampaikan rasa terima kasih dan mohon doa agar para calon jamaah haji senantiasa diberi kesehatan, serta menjadi haji mabrur dan selamat hingga kembali.

Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf

“Acara Walimatus Safar seperti ini adalah ungkapan kami berbagi kebahagiaan. Sebuah kebahagiaan karna nanti kita dapat hadir di tempat-Nya (Makkah). Serta kita dapat menyampaikan salam secara langsung di makam Rasulullah SAW,” tambahnya.

Dilanjutkan dengan Tausiyah oleh Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf. “Para jamaah haji dan umroh adalah tamu – tamu Allah SWT. Siapa yang berniat haji dengan benar maka akan bertambah keluhurannya dan kebaikannya” ujarnya.

“Maka tanda – tanda dari seseorang yang diterima hajinya yaitu ketika seseorang pulang dari haji, yakni memberi makan orang miskin yang ada di sekitarnya dan karakternya menjadi lemah lembut,” tambahnya.

Apapun profesi kita, jangan pernah putus asa tidak akan bisa berangkat haji. Karena bukan hanya dalam perkara haji saja, pada saat Adzan kita hadir ke masjid karena takdir dari Allah SWT. Walaupun rumahnya bersebelahan dengan masjid. Belum tentu kita dapat hadir.

Berbagai cara Allah SWT takdirkan untuk menjadi tamu-Nya. Pernah ada seorang pedagang tas kresek. Yang karena istiqomah Sholat lima waktu, ada seseorang yang mampu membiayai haji hingga biaya lainnya. Kita harus berkeyakinan suatu saat kita akan dilepas (berangkat haji) seperti ini.

“Momentum ini bukan hanya ingin mengantar saja, namun dari doa semua jamaah menjadikan jalan bagi kita untuk dapat pergi haji kelak.” Tutup ulama asal Klungkung ini.

Acara ditutup dengan bersalam – salaman

Ka. Sie. PHU Kantor Kemenag Gianyar, H. Rachmat Sidik,S.Pd.I. mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan tasyakuran gabungan yang dibuat oleh calon jamaah haji. Namun dalam keberangkatan, calon jamaah haji di Gianyar ini akan terbagi dalam dua kloter. Yakni kloter 61 dan kloter 84.

 

Calon haji yang menggelar acara ini antara lain: Ibnu Atho’illah, Rian Rizky Elviana, Dintoro, Toni Susanto, Dedek Arimbawa, Sang Ayu Ketut Tantri, Kokom Komariyah, Nur Hikmah, Tutik Baktiningsih, Desi Arianti, Setya Utaminingsih, Retno Siti Wuryani dan Sri Wulan.

 

Acara ini berakhir pada pukul 18.00 dengan bersalam – salaman. Dan dihadiri oleh Ketua DPD MUI Kabupaten Gianyar, Ustadz Muhammad Hasyim Asy’ari. Sie Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Gianyar, H. M. Choirun. Komandan Distrik Militer (Kodim) 1616 Gianyar, Letkol (Kav) Asep Noer Rokhmat. Komandan Yonzipur 18 / YKR, Letkol (CZI) Parlindungan Simanjuntak.

(agus)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »