Wednesday 08th July 2020,

Makna Saling Memaafkan di Hari yang Fitri

Makna Saling Memaafkan di Hari yang Fitri
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Salah satu subtansi di Hari Raya Idul Fitri adalah saling memaafkan. Di negeri tercinta, Indonesia, saling memaafkan merupakan tradisi dengan wujud bersilaturrahmi kepada sanak keluarga, tetangga, teman, sahabat dan yang lainnya. Hal ini tampak setelah shalat Id dilaksanakan, umat muslim di negeri tercinta saling berkunjung dari rumah ke rumah.

Bagi mereka yang tidak bisa berkunjung, tidak menutup kesempatan untuk saling mengucapkan maaf, karena kecanggihan teknologi seperti saat ini lebih memudahkan untuk bersilaturrahmi secara virtual. Ucapan saling memaakan pun saling bersautan di media sosial, terlebih di masa pandemi ini.

Kita sudah pasti mengerti, memaafkan merupakan salah satu sifat mulia dalam Islam. Sebagai seorang muslim yang baik tentu harus memiliki sifat pemaaf. Salah satu prinsip Islam gampang memaafkan kesalahan orang lain. Menurut pemahaman Sayyid Alawi, ‘memaafkan’ adalah meninggalkan pembalasan kepada orang yang berbuat zhalim pada diri kita.

Arti meninggalkan pembalasan, seseorang yang memaafkan tidak hanya sekedar kata saja, tetapi juga ada wujud konkrit dari suatu sikap, yaitu tidak membalas dengan tindakan serupa yang telah dilakukan. Memang berat sekali memaafkan kesalahan orang lain, labih-lebih ketika kesalahan orang telah membuat emosi memuncak tinggi. Sehingga, tidak jarang orang begitu saja memaafkan, meski memaafkan dengan ungkapan, masih saja emosi berkorbar.

Dan, maksud utama dalam memaafkan adalah menghilangkan rasa benci dan melupakan kesalahan orang lain yang telah terjadi. Kebencian yang muncul karena kesalahan orang lain, jangan sampai dipelihara dengan cara mengincar orang tersebut untuk melakukan reaksi. Melupakan kesalahan orang lain merupakan solusi ketika hidup ini terasa tidak nyaman karena kesalahan orang lain. Salah satu sebab kenapa seseorang kadang hidupnya terasa tidak nyaman, selalu saja ada masalah yang muncul, adalah karena sulit memaafkan kesalahan orang lain.

Memaafkan sebenarnya juga menjadi kunci utama untuk menjalani hidup dengan tenang, baik, dan indah. Kenapa hidup ini kadang tak pernah damai, karena kita sendiri tidak mau damai dengan orang lain. Atau lebih tepatnya, karena tidak mau mengajak hati sendiri untuk berdamai. Sehingga, hati yang seharus damai, tapi tidak merasakan itu, karena dalam hati masih ada rasa benci dan dendam pada orang lain. Hati yang damai itu lepas dari rasa benci dan dendam.

Semoga maaf yang disampaikan di hari yang fitri ini, secara lisan atau virtual tidak sekedar kata, melainkan muncul dari hati yang terdalam, sehingga ruang hati kosong dari benci, iri dengki, hasud, dendam dan penyakit hati lainnya. Hati pun benar-benar kembali suci layaknya bayi yang baru lahir.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

(Gus Tama)

 

Leave A Response


Translate »