Wednesday 18th September 2019,

Membangun Prestasi Pelajar Berkarakter Organisatoris

Membangun Prestasi Pelajar Berkarakter Organisatoris

ASWAJADEWATA.COM – Sabtu Malam (26/1) kembali PW IPNU-IPPNU Bali menggelar Istighotsah rutin yang dilanjutkan kajian dan sharing. Kesempatan kali ini diisi oleh Ustadz Anwar Hidayat M.Pd.I yang juga salah satu pengurus LDNU Bali.

Menurut Ustadz Anwar ada 3 poin penting terkait tema kajian kali ini, yaitu:

1. Prestasi Pelajar
2. Karakter
3. Organisatoris

Prestasi, Jika membahas tentang prestasi pelajar pasti banyak sekali, namun prestasi tidak akan terwujud tanpa adanya ilmu. Lalu ilmu apa yang paling didahulukan?
“Sebaik-baiknya ilmu yang akan kita hadapi salah satunya ilmu Fikih”, jelasnya.

“Kenapa harus fikih? Karena itu ilmu yang paling mendasar sebelum ilmu-ilmu lainnya”, terang ustadz Anwar kemudian

Karakter, memahami karakter pelajar harus dari kerangka berpikirnya, apa saja sih tiga karakter utama pelajar zaman now itu?! “Ayo, kita simak bersama!”

1. Empati
Huh?! Mengapa empati ya, Empati, atau dapat diartikan sebagai kemampuan untuk merasakan perasaan orang lain, menempatkan diri kita di posisi orang lain, memungkinkan kita untuk melihat lebih luas kenyataan/fenomena/peristiwa dan bahkan kasus yang sedang terjadi. Keluasan sudut pandang ini memungkinkan kita menghasilkan solusi yang berdayaguna menyeluruh, baik bagi yang terlibat atau bagi mereka yang akan terdampak.

2. Melek Teknologi
Kini semua hal semakin sederhana sejauh tekanan tombol jari kita. Dulu kita perlu membeli alat perekam dan alat musik lengkap untuk merekam karya musik band atau ensemble, Dengan demikian kemampuan kita untuk terus mempelajari perkembangan dan program (apps) terkini menjadi pembeda apakah kita sudah hidup di zaman now atau masih terjebak di zaman old?

3. Melek Budaya
Seimbangkan gaya hidup kita dengan mengikuti ragam aktifitas seni budaya. Seni budaya di sini berarti kesenian dalam artian berbudaya yang sehat dan realistis.

Organisatoris. dalam artian terkonsep dengan baik dari berbagai segi yang ada.

Seperti biasa dalam sesi pertanyaan seorang kader menanyakan kepada Ustadz Anwar tentang bagaimana dengan peran pelajar Aswaja dimasa kini.

Ustadz Anwar pun menjelaskan sebagai berikut; “Aswaja dimasa lalu sampai sekarang bisa disebut sebagai penengah, penengah diantara berbagai aspek yang kadang berbeda pendapat lantas menjadikan perdebatan yang berlarut-larut. Namun dengan pemahaman ‘keaswajaan’ setiap perdebatan bisa menjadi jembatan untuk menyatukan perbedaan. Sebagai contoh bahwa kader IPNU-IPPNU di Bali berasal dari berbagai budaya yang berbeda, ada yang dari Jawa, Sulawesi, sampai Papua pun ada. Dan Aswaja sebagai cara berpikir (manhaj) pemersatu kalian untuk di masa kini”.

Pengajian tematik malam itu diakhiri Ustadz Anwar dengan pesan, bahwa membangun karakter salah satunya harus dengan semangat yang tinggi, dengan semangat semuanya pasti akan terlaksana dalam kegiatan berorganisasi.

(jun/dad)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »