Monday 10th August 2020,

Meneladani Perjuangan Kiyai Fawaid As’ad

Meneladani Perjuangan Kiyai Fawaid As’ad
Share it

ASWAJADEWATA.COM | 17 November menjadi memori kenangan mendalam bagi masyarakat situbondo, utamanya para santri Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah atau yang lebih dikenal dengan Pondok Pesantren Sukorejo. Sebab tanggal tersebut hari kelahiran Almarhum KHR. Ach. Fawaid As’ad Pengasuh ke 3 yang dikenal sosok Kiai Politikus yang tegas dan pejuang keras.

Ucapan selamat dari para santri maupun alumni bertebaran di jagad Maya. Ada yang memposting berupa video Kiai Fawaid, ada yang mendeskripsikan berupa tulisan. “Rindu ajunan Kiai,” kata Sabri salah satu santri di status WAnya sambil memposting Video Kiai Fawaid.

“Mengenang hari lahir sang Murabbi KHR. Ach. Fawaid As’ad Semoga kami mampu meneladani ajunan,” Assyaif Bari di status Fbnya.

Apa yang diungkapkan Assyaif juga dirasakan oleh alumni yang lain. Seperti yang dirasakan oleh Zaini Ketua Ikatan Alumni Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS Kabupaten Badung). Bagi Zaini, Kiyai Fawaid sosok yang tegar. “Perjuangannya yang penuh kepahitan tapi senyumnya tidak pernah pudar,” kenangnya pada Aswajadewata.com melalui pesan WA.

Salah satu perjuangan besar Kiai Fawaid adalah ketika melakukan demonstrasi besar-besaran bersama ribuan santrinya dengan menduduki jalan pantura, Asembagus, Situbondo untuk menuntut Bupati Situbondo Ismunarso agar diadili karena diduga melakukan korupsi yang akhirnya dugaan tersebut terbukti.

Sikap tersebut sebagai wujud tanggung jawab Kiai Fawaid untuk menumpas kebatilan. Disamping memang, Kiai Fawaid yang mengusung Ismunarso menjadi Bupati.

“Beliau sungguh mengemban amanah penuh dengan tanggung jawab. Sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Bupati Situbondo,” kisah Zaini.

Figur seperti Kiai Fawaid tidak mudah ditemukan. Dimana, tidak hanya berjuang mengusung orang yang dipercayai untuk mewakili ditingkat pemerintahan, tapi juga bertanggung jawab jika orang yang diusung berbuat melenceng atau menghianati rakyat, seperti yang telah dicontohkan oleh Kiai Fawaid.

Zaini berpesan, terutama untuk para alumni agar terus melanjutkan perjuangan Kiai Fawaid. “Salah satu warisan emas beliau yaitu IKSASS. Jangan sampai terlintas dibenak kita bahwa IKSASS butuh kepada alumni. Akan tetapi alumni lah yang butuh kepada IKSASS. Karena dalam IKSASS ada keberkahan sang guru,” pesannya.

Reportase: Wandi Abdullah
Editor: Muhammad Muhlisin
Foto: kaconk-pa2nk.bogspot.com

Leave A Response


Translate »