Tuesday 25th February 2020,

PANJ Bali, Kuatkan Tradisi Belajar Agama Dari Kitab Kuning

PANJ Bali, Kuatkan Tradisi Belajar Agama Dari Kitab Kuning
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Paguyuban Alumni Nurul Jadid (PANJ) Bali mengadakan kegiatan ngaji kitab kuning “Sullam Taufiq” pada Senin malam, 10 Februari 2020 di Jl. By Pas Ngurah Rai, Gg. Wijaya II, Suwung Kawuh, Denpasar Selatan, Denpasar Bali.

Ketua PANJ Bali, Fadil Hodri menyampaikan, alasan kegiatan Ngaji Kitab Kuning ini salah satunya merespon terjadinya fenomena, dimana orang belajar agama tidak tepat pada sumbernya. “Banyak sekarang orang pengennya serba instan belajar. Belajar dari internet, dan refrensi artikel atau buku yang tidak jelas sumbernya,” penjelasannya.

Karenanya, Fadil menambahkan, penting kegiatan semacam ini. Sekaligus menyambung silaturahim bersama guru-guru dari pesantren.

Paguyuban Alumni Nurul Jadid (PANJ) Bali

KH. Abdurrahman Wafi putra dari pengarang Shalawat Annahdliyah dan KH. Fahmi AHZ kodari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton yang hadir pada acara tersebut menyampaikan, siap mendampingi kegiatan ngaji kitab kuning terus kedepan.

“Karena ini amanah kepada kami dari KH. Fadlul Rahman Zaini, untuk mendampingi para alumni pesantren khususnya, dan masyarakat umumnya ngaji kitab kuning. Terkait jadwal, menyesuaikan dan tergantung kesepakatan,” katanya.

Kegiatan ini, menurut Gus Fahmi, tidak hanya untuk alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Tapi terbuka untuk umum. Terutama bisa bersama-sama ngaji bersama dari lintas alumni pesantren.

“Kegiatan ini tidak hanya untuk alumni Nurul Jadid, tapi ke depan, kami berharap bisa bersama-sama ngaji dengan alumni pesantren yang lain. Karena terpenting bagi kami juga adalah bisa saling silaturrahim,” harapnya.

Fadil menambahkan, kedepannya akan mengomunikasikan kepada sekian alumni dari pesantren-pesantren untuk bersama-sama ngaji bareng.

Kegiatan ini telah disepakati diadakan setiap dua bulan sekali. Dan pertemuan selanjutnya pada Minggu malam, 26 April 2020.

Penulis: Wandi Abdullah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Leave A Response


Translate »