Tuesday 15th October 2019,

Pernikahan Ksatria Pemberani

Fajar Kurniawan January 10, 2019 perspektif No Comments on Pernikahan Ksatria Pemberani
Pernikahan Ksatria Pemberani

ASWAJADEWATA.COM – Pernikahan hanya akan dilakukan oleh ksatria yang memiliki keberanian tingkat tinggi, karena manusia yang mencinta dan mewujudkan cintanya dalam ikatan suci adalah orang yang telah siap dengan sadar bahwa ia akan melalui berbagai macam ujian, cobaan, bahkan resiko di depannya. Bagai nelayan yang berlayar ke lautan, ia telah paham bahwa ombak yang akan ia hadapi mungkin bisa jadi badai yang dapat menenggelamkannya namun tetap saja ia berlayar dengan yakin bahwa ia akan mendapatkan kebahagiaan, ketenangan, dan penghidupan yang lebih baik dari perjuangannya melawan ombak.

Menikah itu berat tapi harus dijalani dan bukan dihindari. Menikah mungkin bukan seperti kisah seorang gadis dijemput pemuda tampan kaya raya laksana sinetron yang ada di televisi atau lelaki biasa tak berdaya yang menanti bidadari turun dari surga dalam lirik lagu CJR. Menikah juga tak selalu seindah atau setragis drama korea walaupun bumbu drama pernikahan pasti ada dalam setiap tingkatannya.

Percayalah, ada saja ujian Allah yang ditempatkan kepada sepasang suami-istri. Bisa berupa kecemburuan (apalagi kepada mantan), perbedaan pendapat (bahkan hanya masalah warna baju yang akhirnya tidak jadi terpakai), tikaman gosip tetangga (walaupun kita tidak dihidupi tetangga tetaplah kita harus baik dengan tetangga), serta ketidakcocokan dalam penerapan disiplin anak, mungkin sang ayah ingin I sedangkan sang bunda ingin U dan anak akhirnya memilih LOVE jadilah I LOVE U. Selalu ingatlah bahwa dari ujianlah seorang muslim dilihat kadar keimanannya oleh Allah.

Mari disimak sejenak sabda Rasulullah SAW,”Manusia yang paling berat cobaannya adalah para nabi, kemudian orang-orang saleh, kemudian orang yang mendekatinya (mendekati keimanan orang saleh), kemudian orang yang mendekatinya lagi. Seseorang akan dicoba menurut kualitas agamanya. Jika ia kuat dalam agamanya cobaannya akan bertambah berat. Jika ia lemah dalam agamnya maka ujiannya akan diringankan. Musibah akan selalu menimpa seorang hamba sekalipun ia berjalan di muka bumi tanpa memiliki kesalahan.” (HR Ibnu Majah)

Bukan hanya kita, Rasulullah pun mendapat ujian dalam pernikahannya yakni beliau kehilangan dua putrinya saat masih kecil. Sayyidatuna Aisyah yang juga salah satu Ummul Mu’minin tetap saja dapat terbakar api cemburu kepada Rasulullah. Namun Rasulullah juga memberi contoh menghadapi semua permasalahan dengan kualitas keimanan yang mumpuni begitu tabah menjalani takdir maka jangan sampai kita patah arang entah karena ketidakpatuhan istri, keegoisan suami, atau kenakalan anak.

Permasalahan semua pasti mengalaminya, jika istri kurang patuh maka ingatlah sabda Rasulullah SAW,”Wanita diciptakan seperti sepotong tulang iga yang bengkok. Jika engkau mencoba meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Jika engkau biarkan demikian, ia akan tetap bengkok. Karena itu perlakukanlah ia dengan penuh kasih sayang.” Sebagai istri juga harus ingat saat menemukan suami yang menjengkelkan bahwa ia terkadang bersifat kekanakan sedangkan engkau wanita lebih mampu bersikap dewasa.

Banyak yang menikah, namun hanya pernikahan milik ksatria pemberani (berkorban, mengalah, menegakkan pernikahan islami) yang akan menemukan pernikahan sejati.

(Fajar)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »