Tuesday 25th February 2020,

Perubahan Sikap Politik NU di Era ’80an

Perubahan Sikap Politik NU di Era ’80an
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Oleh: Dadie W. Prasetyoadi

Tahun 1980 an, menjadi masa peralihan arah politik NU. Selain jauh lebih lunak daripada sebelumnya terhadap pemerintah Orba dalam sikap politik, secara formal dan konsepsional, keterkaitan NU dengan partai politik juga beralih dari ‘perjuangan’ untuk mengejar kursi di parlemen kepada kebijakan yang lebih eksplisit. Yaitu menyuarakan kebutuhan lapisan masyarakat bawah yang sebagian besar merupakan warga NU.

Baca juga: NU, Gus Dur, dan Pembaharuan

Perubahan sikap politik NU ini menjadi sangat mendasar jika melihat perannya dalam kancah politik sejak era Soekarno yang bisa dikatakan relatif berhasil. Saat proses-proses politik di masa Soekarno, NU tidak pernah kalah dalam permainan politik praktis. Dibanding Masyumi yang kerap melakukan kritik tajam dan radikal kepada kebijakan Soekarno, NU dengan sikapnya yang lunak, selalu berusaha menyesuaikan diri. Sehingga NU saat itu cukup mendapat perhatian dari pemerintahan Soekarno.

Kondisi yang sangat berbeda dialami NU dan semua kelompok Islam saat masa Orba berkuasa, keterlibatan mereka dalam penumpasan pemberontakan PKI bersama pemerintah ternyata tidak diapresiasi sebagaimana diharapkan. Orde Baru tidak bersedia memberi peran lebih penting untuk kelompok Islam. Perlakuan ini tentu membuat mereka kecewa.

Orang-orang Masyumi yang tetap dicurigai karena keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI pada zaman Soekarno tak satu pun boleh menjadi pemimpin PARMUSI, partai baru bentukan pemerintah untuk mengganti Masyumi. Tak berbeda pula dengan nasib orang-orang NU. Para politisi NU yang dekat dengan Soekarno, satu persatu mundur dari pucuk kekuasaan akibat suasana politik yang tidak mendukung.

Saat itulah muncul nama Subhan ZE, Orang NU yang sangat gigih melawan Soeharto dan Orde Barunya. Subhan yang diketahui pernah menjadi wakil MPRS itu dikenal sebagai orang NU yang sangat berani mengkritisi kebijakan-kebijakan Soeharto. Subhan ZE juga dikenal sering melawan pemerintah serta memiliki peranan cukup penting dalam menggerakkan demonstrasi-demonstrasi mahasiswa kala itu, yang akhirnya berakibat disingkirkannya tokoh NU sekaligus pengusaha sukses asal kota Kudus itu dari lingkaran kekuasaan. Subhan ZE wafat di tanah suci Mekkah saat menjalankan ibadah Haji.

 

Leave A Response


Translate »