Friday 03rd April 2020,

Pesan Kiai Azaim Kepada Alumni yang Terpapar Paham di Luar Aswaja

Pesan Kiai Azaim Kepada Alumni yang Terpapar Paham di Luar Aswaja
Share it

ASWAJADWATA.COM | SITUBONDO

Para alumni yang terpengaruhi oleh paham di luar ahlussunnah wal jamaah, harus kembali kepangkuan Sukorejo.

Pesan ini disampaikan Kiai Azaim disaat Reuni Alumni pada Minggu Malam (12/1).

Kiai Azaim menjelaskan bahwa yang dimaksud “Kembali Kepangkuang Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo” adalah kembali dalam hal pemikiran, manhaj dan akidah yang diajarkan oleh para guru di Pesantren itu.

“Bukan kembali hanya reuni melihat kamarnya, melihat pondoknya, melihat pemandiannya, melihat tempat pajeken nase’en, tetapi kembali kepada kepangkuan Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, kembali kepada pemikirannya, kembali kepada manhajnya, kembali kepada akidahnya, kembali kepada aqaid sekednya“, jelas cucu Kiai As’ad Syamsul Arifin tersebut.

Tujuan Kiai Azaim menjelaskan tentang makna “Kembali Kepangkuang Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo” karena Kiai Azaim tidak mau para santri terutama alumni yang bergaul dengan banyak lapisan masyarakat terkontaminasi oleh paham di luar ahlussunnah wal jamaah. Dengan demikian, Kiai Azaim memberi pesan yang jelas agar tetap berpedoman dan mengamalkan apa yang sudah diajarkan oleh Kiai di pesantren.

“Karena mungkin diantara beberapa santri pulang ke masyarakat bergaul dengan bermcam lapisan masyarakat tidak menutup kemungkinan sedikit atau banyak terkontaminasi, terpengaruh di luar ajaran guru-guru kita. Maka kembalilah kepangkuan Sukorejo, yang kita diajarkan setiap menjelang shalat isyak “Kaule asyakse’e”, jelas Kiai Azaim

Lebih lanjut Kiai Azaim menegaskan agar santri atau alumni sepatutnya lebih utama menukil dari sumber ahlussunah wal jamaah dalam mengambil refernsi.

“Kalau mau menukil, menukillah dari sumber ahlussunah wal jama’ah. Jangan menukil dari qaul-qaul yang lain.” ucapnya

Begitu juga, di sosial media seharusnya memposting atau share dari akun-akun yang bersumber dari ulama ahlussunnah, bukan dari wahabi dan syi’ah.

Penulis: M. Taufik Maulana
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

Leave A Response


Translate »