Monday 14th October 2019,

Sampah Plastik, Salah Satu Tema Munas dan Konbes Ulama NU 2019

Sampah Plastik, Salah Satu Tema Munas dan Konbes Ulama NU 2019

ASWAJADEWATA.COM – Permasalahan sampah plastik yang sekarang menjadi topik pembahasan lingkungan hidup global sudah sepantasnya juga menjadi bahan pemikiran pemerintah Indonesia segera.

Ini mengingat penduduk Indonesia yang merupakan populasi terbesar ke 4 dunia juga termasuk penghasil sampah plastik terbesar di muka bumi ini.

Seperti diketahui bersama bahwa sampah plastik membutuhkan waktu hingga ribuan tahun untuk dapat diurai secara alami, sehingga selama waktu itu sampah ini menjadi ancaman utama pencemaran lingkungan. Dibuktikan pada kejadian belum lama ini ditemukan sampah plastik dalam jumlah besar berada di dalam perut seekor ikan Paus yang mati dan terdampar di pantai, belum lagi sampah plastik yang tertimbun di tanah yang pasti lebih banyak sebagai dampak gaya hidup konsumtif manusia.

Negara-negara di Eropa dengan LSM-LSM lingkungan hidupnya belakangan sudah gencar mengkampanyekan pengurangan tingkat konsumsi plastik serta memprakarsai pengembangan teknologi daur ulang untuk mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup.

Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama NU di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo (PPMAC), Kota Banjar, Jawa Barat pada 27 Februari hingga 1 Maret 2019, PBNU melalui Sekjennya Dr. Helmi Fhaisal mengatakan di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (3/1), bahwa di antara tema yang akan dibahas dalam kegiatan tersebut adalah terkait dengan hukum sampah plastik.

“Antara lain bagaimana hukumnya menggunakan sampah Plastik. Karena jelas telah melahirkan kemudharatan,” ucapnya.

Dia mengatakan, PBNU sangat peduli terhadap permasalahan sampah plastik tersebut. Karena, menurut dia, sampah plastik ini akan mencemarkan lingkungan. “Seperti diketahui plastik ini terurainya baru setelah ribuan tahun. Dan ini akan mencermarkan lingkungan kita. Maka NU peduli terhadap masalah ini,” kata Helmy. Seperti yang diberitakan Republika.co.id

Helmy optimis bahwa hasil dari Munas dan Konbes Ulama tahun ini juga akan mendapat perhatian serius dan menjadi masukan bagi pemerintah dalam program-programnya seperti hasil Munas dan Konbes Ulama NU sebelumnya di Mataram-NTB.

Dengan begitu diharapkan Munas dan Konbes Ulama NU ini selain membahas dan menghasilkan keputusan tentang hal-hal yang bersifat keagamaan, juga dapat berkontribusi melahirkan rekomendasi bagi kemaslahatan bangsa dan dunia.

(Dadie)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »