Sunday 12th July 2020,

Santri Kembali ke Pesantren, Bupati Badung: Urus Rapid Test Untuk Semua Santri Sampai Selesai

Santri Kembali ke Pesantren, Bupati Badung: Urus Rapid Test Untuk Semua Santri Sampai Selesai
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BADUNG

Beberapa pesantren telah mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar. Secara otomatis, para santri diminta untuk kembali ke pesantren. Pesantren As-sunniyah Jember semisal, kata Ust. Arif sebagai pengurus, santri akan kembali pada 20 Juni 2020.

“Aktifnya belajar sebenarnya tanggal 1 Juli, tapi para santri diminta oleh pesantren kembali besok ini. Karena di sana akan dikarantina terlebih dahulu sesuai protokol kesehatan,” terangnya.

Para santri asal Bali yang akan kembali ke pesantren sesuai aturan yang berlaku di Pemerintah Bali, bahwa siapa saja yang akan melakukan perjalan keluar daerah seperti menyebrang di Gilimanuk wajib membawa keterangan bebas covid-19 dengan dibuktikan surat Rapid Test.

Seperti yang diungkapkan Edy, salah satu wali santri di Pesantren Mambaul Hasan, Situbondo, “Ketika nyebrang di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang kita kan diharuskan membawa Surat Rapid Test dan Surat Jalan,” katanya.

Makanya, mulai kemarin saya bingung, biaya Rapid Test kan tidak murah, ternyata dengar kabar bahwa PWNU Bali membuka Rapid Test Gratis yang difasilitasi Bupati Giri Prasta, ya sudah kami mendaftar. “Dan Alhamdulillah ternyata benar, dan anak saya sekarang lagi ngantri itu,” kisah Edy dengan rasa senang saat menunggu anaknya jalani Rapid Test.

H. Wartha D. Sandy, SH Kasi Terminal dan Multi Moda Dishub Badung yang juga SATGAS COVID 19 BADUNG Gugus Tugas Transportasi dan Fasilitas Publik yang diminta oleh  Ketua PWNU Bali untuk menjalin komunikasi dengan Bupati Badung, Giri Prasta, menceritakan proses pengajuannya ke Bupati.

“Ketika saya diminta oleh H. Abdul Azis Ketua PWNU Bali, saya langsung menuju rumah Jabatan Pak Bupati, tapi tidak ketemu. Lalu saya sampaikan ke ajudannya. Setelah saya pulang, tidak lama kemudian Bupati menlponn, saya ceritakan bahwa ada ratusan santri yang akan kembali ke pesantren dan butuh bantuan Rapid test,” kisah H. Wartha yang juga salah satu Wakil Tanfidziyah  PWNU Bali, melalui sambungan telpon, Sabtu, 20 Juni 2020.

Setelah saya sampaikan semuanya, Pak Giri hanya simple menjawab “Ok, urus semua Rapid Test untuk santri sampai selesai,” kata H. Wartha menirukan ucapan Bupati.

Setelah itu, saya diarahkan untuk menghubungi beberapa pihak terkait, diantaranya, dr. Japa, Dirut RSUD Mangusada Badung, dari situ kemudian saya diarahkan untuk berkomunikasi dengan Kepala-Kepala Puskesmas. “Satu di Puskesmas Mengwi I, Kedua, Puskesmas Kuta I,” lanjutnya.

Dan Ahamdulillah. Tadi pagi kita bisa melaksanakan Rapid Test puluhan santri. Karena di Puskesmas ada batas kuotanya setiap hari, maka kita buat bertahap sesuai yang sudah di jadwalkan.

Para Santri yang akan kembali ke Pesantren jalani Rapid Test di Puskesmas Mengwi I, Badung

“Senin (22/6) Rapid di Puskesmas Kuta I, Selasa (23/6) di Puskesmas Mengwi I, Rabu (24/6) Puskesma Kuta I, dan seterusnya. Sampai semuanya selesai,” katanya.

Tadi sebenarnya tahap kedua pelaksanaan Rapid Test. Sebelumnya sudah kami laksanakan juga di Puskesmas Induk Kuta. “Kedepannya, Insya Allah akan terus kami upayakan dengan terus menjalin komunikasi dengan Pemkab Badung melalui Pak Bupati, semoga dimudahkan,” harapnya.

Ketua PWNU, H. Abdul Aziz, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas telah diberikannya fasilitas untuk melaksanakan Rapid Test kepada santri secara gratis.

“Kami akan gunakan semaksimal mungkin, tujuannya tidak lain, untuk meringankan beban masyarakat, khusus wali santri yang akan mengembalikan putra-putrinya belajar di Pesantren,” ucap H. Aziz saat mendapingi para santri Rapid test di Puskesmas Mengwi I, Sabtu, (20 Juni 2020).

Penulis: Wandi Abdullah
Editor: Dadie W. Prasetyoadi

 

Leave A Response


Translate »