Tuesday 07th April 2020,

Tentang Corona, Gus Baha’ Jelaskan Menyikapi Secara Takdir dan Ikhtiar

Tentang Corona, Gus Baha’ Jelaskan Menyikapi Secara Takdir dan Ikhtiar
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Menyebarnya virus corona atau covid-19 ke penjuru negeri, telah membuat manusia heboh oleh berita atau opini yang tersebar di tengah masyarakat, khususnya di jagat maya.

Dampaknya adalah rasa gelisah dan ketakutan yang dirasakan. Namun sebagai umat muslim tentu memiliki prinsip yang kuat untuk menyikapi virus corona ini. Jangan sampai rasa gelisah dan takut yang berlebihan.

Gus Baha menyampaikan bagaimana kita menyikapi wabah virus covid-19 atau corona ini. Sebagai seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa ajal manusia sudah ditentukan oleh Allah. Dalam hal ini, Gus Baha’ memberi contoh tentang kisah Sayyidina Ali.

“Jadi kayak menyangkut, misalnya corona tadi. Sayyidina Ali itu pernah, sudah dalam ancaman pembunuhan. Karena beliau musuhnya banyak, ya musuh yang nggak jelas. Sayyidina Ali kalau mau shalat ya tetep biasa shalat tanpa dikawal,” kata Gus Baha.

Gus Baha lalu menjelaskan ketika Sayyidina Ali ditanya kenapa tidak takut kematian, padahal yang ingin membunuh banyak. “Jawabnya Sayyidina Ali itu unik, Khisny Ajaly. Saya masih hafal ta’birnya. Khisny utawi benteng ingsun (Khisny atau benteng saya). Iku ajaly, jatah ajal,”

Kisah tentang Sayyidina Ali tersebut menjadi prinsip bagi kita sebagai seorang muslim agar tidak terlalu gelisah dan takut yang berlebihan. Karena semua manusia sudah memiliki jatah kematian. Namun demikian, sebagai manusia yang diharuskan berikhtiar atau berusaha, wajib pula melakukan upaya agar terhindar dari wabah.

Maksudnya, bukan berarti ketika yakin dan pasrah kepada takdir, lantas lalai, acuh tak acuh dan sembarangan membiarkan wabah itu terus menyebar dan sampai menjadi mudharat bagi kita. Selain yakin pada takdir juga harus diiringi dengan ikhtiar.

Sebagaimana Gus Baha’ menyampaikan, “Tapi bukan berarti kamu nggak berusaha. Ya usahalah. Memakai masker, tapi nggak usah diimani berlebihan”.

Tulisan ini disarikan dari ceramah Gus Baha’ dalam video link ini https://www.youtube.com/watch?v=jZ8r7DXfg_c&t=3s

Leave A Response


Translate »