Wednesday 18th September 2019,

Tragedi Bom Srilanka, 150 Korban Tewas dan Lebih 500 Terluka

Tragedi Bom Srilanka, 150 Korban Tewas dan Lebih 500 Terluka

ASWAJADEWATA.COM – Gelombang bom diduga sebagai aksi bom bunuh diri menyerang 3 kota di Srilanka termasuk ibukota Colombo Minggu pagi hingga siang (21/4). Setidaknya 8 ledakan tersebar di 3 gereja dan 4 hotel, termasuk di sebuah rumah di kota Colombo menurut otoritas setempat, dilansir oleh The Guardian

Setidaknya 50 orang dilaporkan tewas saat ledakan terjadi di gereja St. Sebastian’s di Katuwapitiya, sebelah utara Ibukota Colombo, dimana sebagian besar korban adalah jemaat gereja yang sedang menjalankan Misa Paskah siang itu. Atap bangunan gereja tersebut terlihat runtuh dan berserakan bercampur dengan genangan darah para korban, demikian menurut keterangan aparat keamanan setempat sesaat setelah evakuasi korban dilakukan.

Pemerintah Srilanka mengumumkan keadaan darurat, dan memberlakukan jam malam dengan menghimbau agar masyarakat tidak keluar rumah setidaknya selama 12 jam setelah kejadian tersebut. Sekaligus melakukan operasi keamanan secara besar-besaran untuk mengejar kelompok-kelompok yang dianggap bertanggung jawab dalam tragedi tersebut.

Presiden EU, Jean Claude Junker dalam akun twitter nya menyampaikan, “Sangat mengerikan dan menyedihkan ketika mendengar kejadian bom yang menelan begitu banyak korban, saya menyampaikan dukacita mendalam bagi seluruh keluarga korban, dan kami akan selalu siap untuk membantu”.

Ketiga gereja yang menjadi lokasi pemboman tersebut adalah St. Anthony’s Shrine di Kochchikade, St. Sebastian’s church di Negombo, dan Zion Church di kota Batticaloa. Sedangkan kejadian sama juga menimpa hotel the Shangri-La, Cinnamon Grand and Kingsbury hotels.

Presiden Srilanka Maithripala Sirisena menginstruksikan penegakan hukum dan pertahanan untuk mengambil segala tindakan yang dimungkinkan untuk menegakkan hukum dan keamanan,

“Saya telah menginstruksikan untuk mengambil segala tindakan keras untuk melawan kelompok-kelompok yang bertanggung jawab dalam kejadian ini”, tegas Presiden Sirisena.

(dad)

Share yuk ...

Leave A Response


Translate »