Monday 01st June 2020,

147 Santri Nurul Jadid Tiba di Badung, Disambut Satgas Gabungan NU Bali dan BPBD

147 Santri Nurul Jadid Tiba di Badung, Disambut Satgas Gabungan NU Bali dan BPBD
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BADUNG

Mengikuti surat Instruksi PBNU tentang pemulangan santri pondok pesantren yang berada dibawah naungan Rabitul Ma’had Islamiyah (RMI) NU, Minggu malam (29/3) sebanyak 147 santri dan santriwati Ponpes Nurul Jadid asal Bali tiba di lapangan Sentral Parkir Kuta-Badung.

Rombongan 4 bus santri ini tiba pukul 20.30 malam dan langsung disambut oleh petugas dan relawan Satgas Covid-19 gabungan dari PWNU Bali, Pemkab Badung, dan BPBD.

Sebelum keempat bis itu tiba, Komandan Satgas NU Peduli Covid-19 H. Ekky Rezal menyampaikan arahan kepada para wali santri yang telah menunggu sejak sore hari. Disampaikan bahwa kedatangan putra-putri mereka akan disambut dengan prosedur tetap (protap) yang berlaku dalam penanganan Covid-19 sesuai standar pemerintah.

“Prosedur ini diberlakukan bagi siapa saja untuk menghindari penyebaran virus. Pada akhirnya untuk kebaikan kita bersama sebagai warga yang peduli akan Bali,” katanya kepada para penjemput.

Sejak tiba di Sentral Parkir, santri-santri tersebut langsung didata, dilakukan pengecekan kondisi kesehatan di atas bis oleh petugas, kemudian diharuskan turun satu persatu. Dilanjutkan dengan penyemprotan disinfektan terhadap tubuh dan seluruh barang bawaan oleh relawan NUFORBALI dan petugas BPBD.

Penyemprotan Disinfektan kepada seluruh santri oleh Tim NU Peduli Covid-19

Setelah proses sterilisasi selesai, barulah wali santri bersangkutan diijinkan mendekati mereka satu persatu untuk menjemput dan diminta segera pulang untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari ke depan. Ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan mereka secara intensif.

“Data identitas santri dan orangtuanya yang ada akan kami simpan bersama dengan pihak pemerintah terkait agar lebih mudah dipantau. Para wali santri telah dibekali nomor kontak Call Centre yang bisa segera dihubungi jika dalam masa 14 hari terjadi gejala-gejala yang menunjukkan mereka terinfeksi,” ujar H. Ekky.

Pendataan identitas santri

‘Tentunya kita berharap mereka tetap baik-baik saja seperti saat ini,” tambahnya.

Pondok pesantren NU menerapkan sistem asrama dimana para santri tidak bisa dengan leluasa berinteraksi secara langsung dengan orang lain di luar lingkungan pondok. Kondisi ini sebenarnya mengurangi resiko mereka tertular Covid-19. Namun sebagai tindakan preventif, prosedur yang diberlakukan terhadap mereka mengurangi kekhawatiran orang tua akan kondisi kesehatan putra-putrinya.

Reportase: Dadie W. Prasetyoadi

 

Leave A Response


Translate »