Monday 19th October 2020,

Abi Shihab Jelaskan Makna “Aku Mencintaimu Lillahi Ta’ala”

Abi Shihab Jelaskan Makna “Aku Mencintaimu Lillahi Ta’ala”
Share it

ASWAJADEWATA.CO

Cinta tidak akan pernah usang dan basi untuk dibicarakan, apalagi dirasakan. Justru seseorang yang berbicara cinta, bisa dipastikan hatinya sedang berbunga-bunga. Terlebih bagi orang yang merasakan cinta, tak perlu dipertanyakan dan diragukan, hatinya sudah pasti diselimuti kebahagiaan.

Karena cinta adalah puncak dari segala kebahagiaan. Namun terkadang, cinta menuntut seseorang agar berani berkorban jika ingin merasakan kebahagiaan. Makanya, jangan heran jika seseorang mati-matian ingin meraih kebahagiaan dari apa yang ia cintai atau demi orang yang dicintai.

Tidak akan ada orang yang menderita karena cinta. Jika ada yang merasakan duka derita karena cinta, mungkin karena dia tidak mengerti tentang makna cinta dan salah mengamalkan perasaan yang sedang dirundung perasaan cinta. Akibatnya, cinta baginya hanya penderitaan semata.

Makna dan pengamalan cinta yang benar adalah “mencintai lillahi ta’ala” atau artinya yang sempat viral “mencintai karena Allah”. Tidak sedikit yang salah memahami maksud dari ungkapan ini. Saking salahnya, ada yang memahami dengan mencintai tanpa alasan apapun seperti karena materi dan karena hasrat.

Benarkah demikian yang dimaksud mencintai lillahi ta’ala atau mencintai karena Allah? Menurut Abi Shihab, yang dimaksud lillahi ta’ala adalah sesuai dengan ketentuan dan tuntunan Allah. Paling tidak ada dua hal yang sesuai dengan ketentuan dan tuntunan Allah, yaitu mencintai jangan berlebihan dan gunakan pada tempatnya.

“Aku mencintaimu lillahi ta’ala. Apa artinya lillhi ta’ala? Lillahi ta’ala artinya sesuai dengan ketentuan dan tuntunan Allah. Bagaimana ketentuan Allah? Jangan berlebih dalam bercinta dan jangan berkurang dan gunakan pada tempatnya,” jelas Abi Shihab dalam video di chennel you tube Najwa Shihab.

Lalu apa maksud Abi Shihab “gunakan pada tempatnya”? Tentu tidak lain adalah ungkapkan perasaan cinta kepada seseorang dengan niat yang baik, lalu kemudian halalkan dengan cara akad dan dilanjutkan membina rumah tangga. Inilah maksud ketentuan Allah bagi dua insan yang merasakan cinta, untuk kemudian meraih cinta lillahi ta’ala atau karena Allah. (Gm)

Like this Article? Share it!

Leave A Response


Translate »