Monday 19th October 2020,

Membuka Konbes NU 2020, Begini Pesan Rais Aam PBNU

Membuka Konbes NU 2020, Begini Pesan Rais Aam PBNU
Share it

ASWAJADEWATA.COM | JAKARTA

“Kegiatan melalui zoom ini bukanlah hal asing lagi bagi kita sekarang,”  kata Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar saat memberi sambutan dalam Koferensi Besar Nahdlatul Ulama 2020 pada hari Rabu (23/9).

Hal berbeda memang terjadi dalam gelaran terbesar kedua NU setelah Muktamar tersebut. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia disikapi secara cermat oleh PBNU dalam mengadakan acara-acara besar yang biasanya melibatkan banyak kehadiran orang/massa.

“Nahdlatul Ulama termasuk yang paling parah terimbas oleh adanya pandemi ini, karena berbagai kegiatan yang justru ciri khasnya adalah kerumunan massa pada akhirnya semuanya itu sepertinya hilang termasuk adanya pembatasan dalam amaliyah ibadah,” sambung Rais Aam.

KH. Miftachul Akhyar lalu melanjutkan, bahwa dengan melihat kondisi tersebut serta demi menjaga maslahat ammah untuk umat dan organisasi agar tetap berjalan, sekaligus mengikuti arahan pemerintah untuk mengurangi kegiatan yang melibatkan kerumunan, maka diadakanlah Konbes NU kali ini secara daring.

Konbes NU kali ini memfokuskan pembahasan mengenai pandemi yang telah berlangsung selama 6 bulan melalui muhasabah diri untuk menyikapinya dalam setiap sendi kehidupan.

“Bahwa kita adalah makhluk yang lemah, setinggi apapun pengetahuan ilmuwan, sekuat apapun usaha medis yang dilakukan, setiap hari selalu ada kasus kematian baru terjadi. Virus ini membuat kita semua sadar bahwa betapa kuatnya kita saat memberi manfaat kepada orang lain, tapi seringkali tak sadar apa yang terjadi pada diri sendiri. kita adalah makhluk yang lemah,” ujar Rais Aam lagi.

Namun Rais Aam juga mewanti-wanti agar jangan menyerah untuk menjadi hamba yang kuat dalam beribadah dan menunaikan kewajiban terhadap sesama.

Disampaikan pula olehnya bahwa pandemi ini adalah tamparan keras bagi kita yang masih memiliki kedudukan hati terhadap dunia. Bagaimana keberadaan cobaan di dunia adalah sebagai pengingat bahwa kita akan segera mati. Sekaligus pula keberadaannya teruji efektif terhadap kesiapan kita untuk menghadapi musibah dan mempersiapkan kematian itu sendiri.

“Apakah Allah sedang memuliakan kita, atau justru sedang menghinakan kita? maka pandangan terbaik kita adalah prasangka terbaik kepada Allah,” pesannya.

Selain itu Rais Aam juga berharap bahwa dalam konbes ini para ulama dapat melahirkan fatwa dan anjuran terkait pelaksanaan ibadah keseharian masyarakat di tengah pandemi ini. Dirinya mengingatkan bahwa tidak ada fatwa atau anjuran yang dikeluarkan melalui hasil berbagai bahtsul masail dengan melibatkan para ilmuwan itu adalah sia-sia.

Sebaliknya, saat ini adalah juga waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menguji ego diri atas ketaatan terhadap ulama terkait anjuran dan fatwa yang dikeluarkan ditengah banyaknya pandangan berbeda.

“Semua fatwa yang dihasilkan semuanya adalah ditujukan bagi kemaslahatan kita bersama sebagai anak bangsa,” tegas KH. Miftachul Akhyar.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi
Sumber: Live Streaming Konbes NU 2020 NUChannel

Like this Article? Share it!

Leave A Response


Translate »