Saturday 28th November 2020,

Mesra Dengan Rusia, Hasilkan Embargo Amerika untuk Turki

Mesra Dengan Rusia, Hasilkan Embargo Amerika untuk Turki
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Sudah beberapa kali Amerika mengingatkan agar Turki tidak membeli persenjataan yang diprodukioleh Negara Rusia.Tapi Negara yang dipimpin Erdogan tetap saja ngotot untuk membeli sistem pertahanan milik Rusia tersebut. Bahkan meski nantinya akan diancam untuk keluar dari barisan keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Hal ini dibuktikan dengan pembelian peluru kendali untuk sistem pertahanan udara dari Rusia. Paket pertama sistem itu sudah tiba di Turki pada Jumat (12/7/2019). Demikian pula ditegaskan oleh kementerian pertahananTurki, “pengiriman pertama suku cadang dan bagian dari rudal pertahanan udara S-400 dimulai sejak 12 Juli2019 di pangkalan udara Murted (Kompas, Sabtu, 13 Juli2019).

Bukan kali ini saja keinginan Erdogan ditentang keras oleh Donald Trump, tapi di tahun sebelumnya, tepatnya pada tahun 2017, semua pihak dari Negara keanggotaan NATO juga menyatakan kekhawatirannya.

Ada alasan logis yang menyebabkan adalah karena jikaS-400 akan diintegrasikan dengan system pertahananTurki, ada resiko data sensitif tentang aneka persenjataan buatan NATO, termasuk generasi baru pesawat siluman multifungsiF-35, dapat bocor ke Rusia. Berbekal data itu, semua produsen pertahanan Rusia bisa mengembangkan cara menghadapi produk persenjataan NATO.

Donald Trump memang tidak main-main dengan ucapannya.Apalagi menyangkut kekhawatiran terhada pkedaulatan negaranya. Di tahun sebelumnya presiden Amerika tersebut langsung  mengembargo perekonomianTurki. Mempersulit laju perdaganganTurki yang ingin masuk ke Amerika. Hingga menimbulkan mata uangTurki merosot tajam.

Dampak serius yang ditimbulkan adalah laju perekonomian Turki mulai morat-marit, hingga mengharuskan Erdogan meminta dukungan moril dan materil dari Negara Islam lainnya, demi mengangkat mata uang Lira di mata dunia.

Ketegasan Erdogan dalam mengambil keputusan memang selalu memberi kejutan-kejutan baru bagi dunia.Terlebih bagi Negara-negara yang memusuhinya. Keseriusan Erdogan dalam melengkapi sistem persenjataan negaranya memang patut diacungi jempol. Baik sistem pertahanan darat, laut dan udara.Semuanya tanpa terkecuali demi menjaga kedaulatan Turki agar tidak selalu dijadikan boneka oleh negara maju lainnya.

Jangan heranjika Amerika sebagai bagian dari keanggotaan NATO tanpa henti melakukan intervensi terhadapTurki.Amerika selalu melontarkan berbagai bujukan dan ancaman agar Turki mau membatalkan pembelian S-400. Bahkan menawarkan sistem pertahanan Patriot dengan harga diskon jikaTurki mau membatalkan transaksi S-400 yang diduga bernilai 2 miliar dollar AS itu.

AS jugamengancam menjatuhkan aneka sanksi ekonomijikaTurki tetap membeli S-400. Ancaman lain adalah mengeluarkanTurki dari proyekF-35, jet tempur terbaru yang dikembangkan AS bersama sekutunya. Ancaman terakhir dilontarkan pelaksana tugas menteri pertahanan AS Mark Esper, akhir Juni 2019. Amerika memberi tenggat hingga 31 Juli2019.

TapiTurki mengabaikan semua permintaan dan kekhawatiran NATO. Bahkan presidenTurki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan akan bergabung dengan Rusia untuk mengembangkan S-500, sistem pertahanan udara yang lebih canggih dengan S-400.

Untuk itulah, selamaTurki selalu berusaha mengembangkan sistem pertahanan negaranya, maka Amerika dan negara keanggotaan NATO lainnya tidak akan tinggal diam dalam melakukan intervensi bahkan sanksi terhadap masa depan Negara Turki tersebut. Lihat saja nanti bagaimana di antara keduanya beradu kepentingan.

(Maleo)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »