Friday 22nd October 2021,

NU dan Seni, Kemesraan yang Merenggang

NU dan Seni, Kemesraan yang Merenggang
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BALI

Founder alif.id, Hamzah Sahal mengatakan sangat terpesona saat tiba di Gedung PWNU Bali dan melihat tulisan ‘Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali’ terpampang disana, ketika menjadi narasumber dalam acara KOPDAR Media NU yang digelar oleh LTNNU Bali Rabu malam (8/1).

“Hari ini semua tata nilai kehidupan kita berubah, kita merasakan bahwa mulai dari politik, ekonomi hingga nilai estetika dan akhlak terpengaruh dengan revolusi teknologi,” ujarnya.

Menurut Hamzah, dengan berdirinya ISTNUBA yang didirikan NU Bali ini sebenarnya merupakan jawaban brilian atas perubahan itu.

“Ini hal yang benar-benar baru selama saya berkeliling di setiap daerah, baru di Bali ini saya menemui perguruan tinggi di bidang sains dan teknologi yang dikelola NU. Menurut saya ini excelent,” tegas alumni PP Krapyak Jogja ini.

Namun demikian, Hamzah berharap jika bisa ISTNUBA ke depan dapat menambahkan  Seni dalam program studi sebagai tambahan. Karena menurutnya, problem umat Islam saat ini salah satunya seni.

hamzah sahal

Hamzah Sahal, Founder alif.id

“Ini sebenarnya paradoks, Nahdlatul Ulama yang katanya pewaris Wali Songo dikenal dengan dakwah-dakwah Islam di Nusantara yang banyak menggunakan media seni”, jelasnya.

Kemudian Hamzah menambahkan, bahwa sekarang sangat terasa dalam bidang seni ini NU tertinggal dari yang lain. Terlebih di media-media online yang merupakan salah satu fungsi dari seni dalam dakwah di zaman industri 4.0.

“Jadi tidak heran jika dakwah NU di media sosial sampai saat ini masih tertinggal dalam meraih perhatian warganet untuk mengaksesnya. Hal ini menjadi tugas kita bersama untuk mengejarnya,” pungkas pria yang sudah memproduksi beberapa film dokumenter tentang pesantren ini.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »