Monday 19th October 2020,

Santri Bali Kembali Pesantren, Dipastikan Sehat dan Alumni Bantu Proses Rapid Test

Santri Bali Kembali Pesantren, Dipastikan Sehat dan Alumni Bantu Proses Rapid Test
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Sejumlah pesantren telah dan akan mengaktifkan kembali belajar mengajar. Sekian prasyarat telah ditentukan demi mematuhi himbauan pemerintah dan mencegah penularan Covid-19, salah satunya memastikan sebelum kembali ke pesantren dalam kondisi sehat.

Ditengah kondisi Covid-19, pastinya prasyarat tersebut juga disesuaikan dengan wilayah-wilayah daerah masing-masing.

Bali misalnya, mensyarakatkan orang yang keluar Bali harus menyertakan surat Rapid Test dan surat jalan.

Otamatis, santri asal Bali untuk kembali ke pesentren yang terletak di luar Bali mengikuti aturan tersebut.

Karenanya, demi meringankan prasyarat seperti Rapid Test dan surat Jalan, segenap Alumni-alumni pesantren ikut serta membantu.

As’ad, Alumni Ponpes Sukorejo, Situbondo, juga sebagi Kordinator Kembalian santri wilayah Badung menuturkan, bahwa pesantrennya secara langsung meminta alumni untuk membantu para santri melengkapi prasayarat yang berlaku di Bali.

“Pertama kami coba mendata para santri khususnya Sukorejo yang ada di Bali. Kemudian kami mencari Puskesmas-puskesmas yang menyediakan secara gratis. Kenapa kami cari yang gratis, tidak lain agar meringankan para wali santri secara pembiyayaan dalam rangka mengembalikan putra-putrinya ke pesantren,”  terang As’ad yang juga pengurus Ansor Badung ini melalui sambungan telphon, Selasa, 9 Juni 2020.

Tidak hanya itu, As’ad menambahkan, sesuai aturan yang ada di Bali bagi orang bepergian keluar daerah wajib dibekali surat jalan dari banjar/lingkungan setempat.

“Siapa tau dilapangan menemukan kesulitan, kami sudah siap mendampingi,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Fadil, Ketua Alumni Ponpes Nurul Jadid wilayah Badung-Denpasar, “Ditengah kondisi seperti ini mas, selain kita harus memperhatikan soal agar terhindar dari Covid-19, juga bagaimana caranya agar para santri yang kembali kepesantren bisa diringankan beban ekonominya. Salah satunya kita bantu arahkan ke puskesmas-puskesmas yang menyediakan Rapid Tes gratis sesuai kebijakan pemerintah setempat,” katanya melalui pesan WA, Selasa, 9 Juni 2020.

“Karena banyak masih bingung bertanya kepada kami, mas. Biyaya normalnyakan 300-400 itu Rapid Test. Kondisi seperti ini cukup berat. Kan eman-eman kalau ada yang gratis,” kata Fadil.

As’ad dan Fadil selaku Alumni menyampaikan, agar wali santri atau wali santri bisa menguhubingi komunitas-komunitas alumni yang ada di masing-masing kabupaten jika butuh bantuan. “Semoga dipermudah dan lancar,” harapnya. (Wandi)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response


Translate »