Wednesday 21st April 2021,

Sunan Kalijaga, Dari Bandit Loka Jaya Menjadi Wali

Sunan Kalijaga, Dari Bandit Loka Jaya Menjadi Wali
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Dalam sejarah masuknya Islam di Nusantara, nama Sunan Kalijaga sudah sangat dikenal oleh masyarakat, khususnya pengamat budaya Islam kejawen.

Dilahirkan di Tuban pada tahun 1450 dengan nama Raden Said, Sunan Kalijaga berdarah bangsawan. Ayahnya Raden Suhur atau Arya Wilwatika adalah seorang Bupati Tuban dan Ibunya bernama Dewi Nawangrum. Masa kanak-kanak Raden Said sebagai anak bangsawan yang serba berkecukupan membuatnya tumbuh menjadi remaja nakal dan pembangkang. Akhirnya sejak muda Raden Said memutuskan meninggalkan kedua orang tuanya dan mengembara seorang diri.

Perjumpaannya dengan sekelompok bandit di tengah hutan yang ingin merampoknya akhirnya merubah jalan hidupnya. Dalam perkelahian tersebut, Raden Said berhasil mengalahkan kelompok rampok itu yang akhirnya tunduk kepadanya.

Sejak itu mereka membentuk kelompok baru dengan nama Brandal Loka Jaya, menguasai hutan Jatiwangi, sekitar kudus dan Pati, Jawa Tengah yang dalam waktu singkat menjadi terkenal karena kesaktian Raden Said pemimpinnya yang konon sangat disegani.

Brandal Loka Jaya juga terkenal sebagai Bandit berkelas, mereka seringkali turun ke desa mencari orang-orang kaya untuk dirampok. Kemudian hasilnya dibagikan kepada rakyat jelata yang hidup miskin, menjadikan mereka dikenal sebagai bandit filantropi, semacam Robin Hood di tanah Inggris. Apa yang dilakukan Raden Said dan kelompoknya ini disebabkan seringnya mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana orang-orang kaya itu menindas rakyat miskin demi memupuk kekayaan dengan semena-mena.

Suatu ketika berhadapanlah Raden Said dengan Sunan Bonang. Setelah dikalahkan oleh Sunan Bonang dalam adu kesaktian yang terjadi antara keduanya, Raden Said mengakui kehebatan Sunan Bonang dan berguru dengannya. Kemudian oleh Sunan Bonang diberi nama gelar Sunan Kalijaga. (Hariwijaya, 2008: 15-17)

Ilmu Sunan Kalijaga makin terasah setelah menjadi murid Sunan Bonang. kemampuannya dalam bidang pengobatan dimanfaatkannya sebagai salah satu cara berdakwah. Dimana pada masa itu banyak orang sangat takut akan penyakit, dan mudah terpengaruh oleh hal-hal gaib yang berasal dari ilmu-ilmu mistis warisan leluhurnya.

Melihat kondisi masyarakat ini, Sunan Kalijaga dengan cerdik masuk dan menawarkan jalan keluar dari segala kegundahan. Dengan pendekatan seni dan budaya, khususnya kidung dan wayang, Sunan Kalijaga menyampaikan pesan-pesan dakwah Islam secara halus kepada masyarakat. Strategi dakwah ini melengkapi cara dakwah beliau sebelumnya melalui pengobatan.

Hingga sekarang, hasil strategi dakwah Sunan Kalijaga yang kreatif terbukti mengakar dengan kuat dalam masyarakat kita. Disebabkan kemampuannya menyatukan unsur budaya yang tidak bertentangan dengan Syariat Islam sebagai pendekatan dakwahnya. Menjadikan transisi konversi keyakinan dalam masyarakat berlangsung relatif damai dan menyeluruh dalam sendi kehidupan mereka.

Penulis: Dadie W. Prasetyoadi

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »