Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas Sembung Gede sebagai wadah pembinaan iman bagi para muallaf. Meski belum memiliki legalitas resmi, majelis ini telah menjadi tempat bernaung, belajar, dan menguatkan keyakinan. Perjalanan mereka penuh dinamika, mulai dari tantangan internal hingga perjuangan menjaga hubungan baik dengan keluarga yang berbeda keyakinan. Namun, semangat istiqamah dalam Islam terus menyala, menjadikan majelis ini semakin kokoh.
*Peran Pembina Majelis dan Dukungan Yayasan*
Sosok Ibu Maniasih, yang lebih dikenal dengan panggilan Ibu Dina, menjadi tokoh sentral dalam perjalanan majelis ini. Beliau juga aktif membina berbagai majelis taklim di kalangan ibu-ibu, sehingga dikenal sebagai figur penting yang selalu hadir mendampingi. Dukungan suami tercinta semakin menguatkan langkahnya. Bahkan, beliau telah menyiapkan seragam bagi anggota majelis sebagai simbol kebersamaan. Seragam yang sama bukan sekadar pakaian, melainkan lambang persatuan, identitas, dan kerapian yang mencerminkan keseriusan dalam berorganisasi.
Langkah besar pun diambil ketika Majelis Al Ikhlas mengajukan diri untuk bergabung dengan Yayasan Bina Umat Mandung. Yayasan ini telah memiliki empat majelis taklim yang sah secara legal, serta unit pendidikan TPQ dan RA Iqra Mandung. Bergabungnya Al Ikhlas menjadi bukti kesadaran bahwa rumah besar umat ini mampu memberikan arahan, pembinaan, dan legalitas yang dibutuhkan.
*Visitasi KUA Tabanan:* Harapan yang Muncul
Tanggal 12 Mei 2026 menjadi momentum bersejarah. KUA Tabanan melakukan visitasi untuk memastikan keberadaan Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas. Pemeriksaan kegiatan dan administrasi menunjukkan kelengkapan yang memadai, tinggal menunggu SKT resmi diterbitkan oleh Bimas Islam Kemenag. Dalam pertemuan itu, terungkap kebutuhan majelis terkait pembinaan ibadah dan Al-Qur’an. Hal ini menjadi keutamaan, sebab muallaf sangat membutuhkan bimbingan intensif agar semakin mantap dalam menjalani syariat Islam.
KUA Tabanan juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi tenaga pengajar, serta memberikan pembelajaran kemajelisan sesuai aturan undang-undang. Dengan begitu, hak dan kewajiban majelis akan semakin jelas setelah SKT diterbitkan.
*Perjuangan Muallaf:* Hidayah yang Penuh Ujian
Kisah para muallaf Al Ikhlas bukanlah perjalanan mudah. Banyak di antara mereka harus menghadapi keluarga yang berbeda keyakinan. Namun, dengan kesabaran dan sikap menjaga hubungan baik, perlahan keluarga mulai memahami. Hidayah yang mereka terima adalah anugerah besar, dan perjuangan menjaga iman menjadi bukti keteguhan hati. Majelis ini menjadi tempat berbagi cerita, saling menguatkan, dan menumbuhkan rasa persaudaraan.
*Eksistensi yang Semakin Kokoh*
Dengan adanya dukungan yayasan, fasilitasi KUA, serta pembinaan dari Ibu Dina, eksistensi Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas semakin jelas. Para anggota merasa senang dan bangga, karena langkah mereka kini memiliki arah yang pasti. Seragam yang akan dikenakan menjadi simbol awal peresmian, memperlihatkan kekompakan dan keseriusan dalam berorganisasi. Kerapian dalam berbusana mencerminkan kerapian dalam beribadah dan bermasyarakat.
*Sambutan Yayasan*
Yayasan Bina Umat Mandung menyambut bergabungnya Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas dengan penuh apresiasi. Ketua yayasan Didik Aris Santoso mengungkapkan rasa syukur, bahwa keberadaan yayasan kini benar-benar menjadi rumah besar umat di Kerambitan secara umum dan Sembung Gede secara khusus. Ketua pembina yayasan Slamet menilai bergabungnya majelis muallaf ini sebagai semangat baru untuk terus berbuat dalam kegiatan positif. Sementara itu, sekretaris yayasan Puguh Dwi Riyanto bahkan mengaku merinding, karena menurutnya muallaf adalah entitas yang tidak boleh diabaikan.
Pendiri sekaligus ketua pengawas yayasan, Sudarsono, juga memberikan apresiasi mendalam. Ia menegaskan bahwa bergabungnya Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas dilakukan tanpa paksaan, melainkan atas kesadaran penuh dari para anggota. Yayasan, menurutnya, terbuka dan siap mengarahkan serta membimbing majelis ini agar semakin kuat dalam pembinaan iman dan kegiatan sosial. Baginya, langkah ini adalah bukti nyata bahwa yayasan hadir untuk merangkul semua unsur umat, termasuk saudara-saudara baru yang sedang belajar memahami Islam.
*Penutup*
Perjalanan Majelis Taklim Muallaf Al Ikhlas adalah kisah tentang tekad, kebersamaan, dan perjuangan menjemput hidayah. Dari langkah kecil di tahun 2016, kini mereka bersiap menjadi bagian dari rumah besar Yayasan Bina Umat Mandung. Dengan legalitas yang segera terbit, pembinaan yang semakin intensif, serta dukungan penuh dari KUA dan yayasan, majelis ini akan terus tumbuh menjadi wadah yang kokoh bagi para muallaf. Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi umat Islam di Kerambitan dan sekitarnya, bahwa hidayah adalah anugerah, dan perjuangan menjaga iman adalah jalan menuju keberkahan.









