Wednesday 20th January 2021,

David Scherer: Kita Berbagi Karena Kita Bahagia

David Scherer: Kita Berbagi Karena Kita Bahagia
Share it

ASWAJADEWATA.COM | BADUNG

Event Nahdliyins Fun Gathering yang diadakan NU Care-LAZISNU Bali di Park 23 Mall Kuta, Sabtu (7/12) menghadirkan salah satu pembicara dari kalangan pengusaha NU, yakni H. David Scherer.

Pengusaha gastronomi asal Amerika ini telah tinggal di Bali sejak tahun 1991 dengan bendera PT. Alam Boga.

Berbicara di forum itu, H. David Scherer atau biasa di panggil Bang David menyampaikan bahwa menjalankan perintah Zakat, Infaq, dan Sodaqoh (ZIS) tidak cukup bermodal percaya terhadap janji Allah semata. Namun akan lebih ringan dan menyenangkan bila kita melakukannya atas dasar ‘yakin’.

Percaya sama yakin itu menurut Bang David sesuatu yang jauh berbeda. “Kalau yakin kita tidak berharap apa-apa,” ujar Bang David dalam bahasa Indonesia dengan sangat fasih.

You do it because you happy, kita berbagi karena kita bahagia. Kita tidak bisa berharap berhitung pakai kalkulator dengan Allah dalam hal ini,” katanya.

Lalu Bang David menambahkan bahwa dalam menjalankan usaha keluarga yang saat ini memiliki 260 karyawan, dia memgang kunci untuk tidak terlambat membayarkan gaji karyawannya.

“Karena yang lebih hebat itu adalah doa orang banyak kepada kita, jadi bagaimana kita senantiasa dapat membahagiakan orang banyak yang otomatis akan berbalik kepada kita lewat doa mereka.” jelas penyuka musik Jazz ini.

“Jadi jangan pernah merasa rugi untuk memberi,” tegasnya kepada hadirin dan pengunjung Mall sore itu.

Terkait ZIS, Bang David mencontohkan seperti saat melakukan penerbangan dengan bagasi yang banyak. Tentu akan lebih mudah jika bagasi-bagasi itu sebagian kita titipkan agar tidak membebani kita dalam perjalanan. Kemudian kita akan mengambilnya ketika sudah sampai tujuan.

“Selama perjalanan hidup, sebaiknya kita titipkan sebagian harta kita di dunia agar tidak membebani kita, dan insyaallah kita dapat ambil lagi jika kita telah meninggal dan sampai di akhirat,” paparnya mengakhiri.

Reportase: Dadie W. Prasetyoadi
Foto: Ainul Yaqin
Editor: Muhammad Muhlisin

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »