Saturday 28th November 2020,

Definisi Haid Nifas dan Istihadhah

Definisi Haid Nifas dan Istihadhah
Share it

Haid menjadi hal yang tak terpisahkan oleh wanita. Namun tak banyak yang tau bagaimana menyikapi haid menurut pandangan Islam. Maka dari itu Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar melaksanakan program Pelatihan Haid, Nifas dam Istihadhah. Dengan bekerja sama dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri.

Dimulai pada pukul 09.00, acara dimulai dengan sambutan Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kemudian sambutan Ketua LAZ Sidogiri yang dalam hal ini diwakili oleh Ustadz Syaiful. Beliau menyampaikan bahwa alumni santri diajarkan untuk menyiarkan apa yang diperoleh di pondok pesantren, disebarluaskan ke masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan ini.

 

Kemudian dilanjutkan pemateri yakni Ustadz Achmad Shiddiq dan Ustadz Lailatul Qodar. Beberapa poin yang disampaikan antara lain. Adalah fardhu ain mempelajari tentang haid terutama bagi wanita yang sudah baligh. Sedangkan Fardhu Kifayah bagi laki – laki.

Ustadz Achmad Shiddiq, Alumnus Sidogiri

Haid atau yang biasa disebut menstruasi adalah darah yang keluar melalui alat kelamin perempuan ketika mencapai usia minimal 9 tahun Hijriyah kurang 16 hari kurang sedikit (usia 8 tahun 11 bulan 14 hari lebih sedikit), dan keluar tidak disebabkan sakit atau melahirkan.

Dengan demikian darah yang keluar sebelum usia tersebut atau disebabkan penyakit atau melahirkan maka tidak dinamakan darah haid. Sedangkan wanita yang mengeluarkan darah sebagian masuk dalam usia haid dan sebagian yang lain tidak masuk maka hukumnya adalah:

  1. Darah yang keluar sebelum mencapai usia haid dihukumi darah istihadhah.
  2. Darah yang keluar saat sudah mencapai usia haid dengan syarat tidak lebih dari 15 hari dan tidak kurang dari 24 jam.

 

LAZ Sidogiri

Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan (walaupun yang dilahirkan hanya segumpal darah atau daging), selama tidak dipisah masa suci (tidak keluar darah) 15 hari atau lebih. Apabila sudah dipisah 15 hari maka darah yang keluar setelahnya dihukumi haid apabila memenuhi syarat haid.

Jika darah yang keluar pada saat sakit melahirkan, atau bersamaan dengan bayi tidak dihukumi nifas, sedangkan hukumnya diperinci:

  1. Jika darah tersebut bersambung dengan darah haid sebelumnya maka juga dihukumi haid.
  2. Jika tidak bersambung dengan haid sebelumnya atau bersambung dengan darah sebelumnya namun ketika digabung masih tidak mencapai 24 jam, maka dihukumi darah istihadhah.

dihadiri Majelis Ta’lim dan Ormas Islam Wanita

Darah Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan yang tidak sesuai dengan ketentuan haid dan nifas.

Acara ini diikuti perwakilan Majelis – Majelis Ta’lim, Organisasi Wanita Islam se-Kabupaten Gianyar. Diantaranya, MT Ibu – Ibu Al-A’la Gianyar, PC Muslimat NU Gianyar, PD Aisyiah Gianyar dll. Serta anggota putri Generasi Muda Masjid Agung (GEMMA) Al-A’la Gianyar.

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »