Friday 27th November 2020,

Kiai Ishomuddin Slogan Kembali Kepada Al Qur’an dan Hadits Menyesatkan

Kiai Ishomuddin Slogan Kembali Kepada Al Qur’an dan Hadits Menyesatkan
Share it

ASWAJADEWATA.COM – Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin menyampaikan bahwa praktek beragama yang mantap dan tidak mudah goyah itu jika didasari oleh ilmu-ilmu agama yang benar, diperoleh dari sumber yang bisa dipercaya, bukan didasari oleh duga-duga dan dorongan hawa nafsu belaka.

Beragama tanpa ilmu itu berpotensi merusak segalanya, karena boleh jadi ia menyangka benar apa yang salah fatal, menduga suatu perbuatan sebagai ibadah padahal sama sekali bukan, menganggap berpahala atas apa yang sebenarnya berdosa, meyakini maslahatnya sesuatu padahal senyatanya adalah mafsadat dan sebaliknya, demikianlah seterusnya. Kebutaan akan ilmu-ilmu agama telah membuat sebagian besar kaum beragama menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan mereka, dan mereka pun mengangkat orang-orang bodoh menjadi pemimpin agama. Terwujudlah peribahasa “si buta menuntun si buta”. Terang beliau

Saat ini mudah dijumpai dalam kenyataan, betapa banyaknya kaum awam yang dalam beragama berpaling dan enggan mengikuti Madzhab fikih yang ada. Di antara alasan mereka adalah tidak adanya perintah yang mengharuskan mengikuti madzhab fikih tertentu dalam beragama, yang benar menurut mereka bahwa setiap orang harus kembali atau merujuk langsung kepada al-Quran dan al-Hadits/al-Sunnah. Menurut asumsi kaum awam itu bahwa pada masa Nabi dan para sahabat masih hidup tidak ada madzhab fikih sama sekali. Adanya mazhab-madzhab justru menimbulkan sengketa dan perpecahan di kalangan umat Islam.

Kemudian beliau menjelaskan tentang alasan-alasan di atas yang terus menerus dipublikasikan telah membuat kalangan awam meyakini bahwa diri merekalah yang berada di jalan kebenaran, sehingga para ulama (kyai, ustadz, ajengan, tuan guru, guru) yang memiliki spesialisasi di bidang ilmu agama justru mereka dustakan, dan bahkan dianggap sesat karena telah menganjurkan perlunya mengikuti salah satu dari empat Madzhab fikih yang ada, yaitu Madzhab al-Hanafi, al-Maliki, al-Syafi’i, dan al-Hanbali.

Kemudian beliau menegaskan sungguh, sebenarnya slogan kembali kepada al-Quran dan al-Hadits telah menyesatkan banyak kaum awam, dan menghunjamkan penyakit kronis keangkuhan ke dalam jiwa-jiwa mereka dalam beragama. Menganjurkan kalangan awam untuk kembali langsung kepada al-Quran dan al-Hadits itu ibarat mengumumkan kepada para pasien yang sedang opname di rumah sakit dan kepada anggota keluarganya untuk mengambil sendiri obat mereka masing-masing di gudang obat, tanpa ada resep dokter, tanpa petunjuk apoteker, dan tanpa pedoman dari para ahli pengobatan. (Syahrial A)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »