Thursday 23rd September 2021,

Mengenakan Sarung, H. Mulyadi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Buleleng

Mengenakan Sarung, H. Mulyadi Dilantik Sebagai Anggota DPRD Buleleng
Share it

ASWAJA DEWATA. COM – Calon legislatif terpilih hasil Pileg 2019 resmi dilantik dan diambil sumpah menjadi anggota DPRD Kabupaten Buleleng periode 2019-2024, pada kamis (15/8). Dari 45 anggota DPRD yang dilantik, H. Mulyadi Putra, S.Sos. M.HI. merupakan satu satunya anggota dewan yang mewakili umat Islam di Kabupaten Buleleng.

Uniknya, H. Mulyadi yang memang berlatar santri, menggunakan Sarung saat pengambilan sumpah jabatan dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Buleleng.

Penampilan ala santri NU tersebut, merupakan representasi pakaian adat Islam, sementara anggota yang lain menggunakan pakaian adat Hindu Bali.

Penggunaan pakaian adat, menyesuaikan dengan Peraturan Gubernur Bali dimana setiap hari kamis seluruh instansi menggunakan pakaian adat.

H. Mulyadi Putra, kembali dilantik untuk periode yang ketiga sebagai anggota DPRD Buleleng. Dua periode sebelumnya ia maju melalui PPP, dan dalam Pileg 2019 ini H. Mulyadi menggunakan kendaraan PKB.

Pribadinya yang humanis dan selalu terlibat dalam kegiatan kegiatan di masyarakat, menjadikannya semakin dipercaya rakyat. Hal ini terbukti dalam setiap kontestasi pemilihan legislatif perolehan suaranya semakin meningkat.

Pada Pileg 2009, H. Mulyadi memperoleh 2.909 suara, pada tahun 2014 meningakat menjadi 6.798 suara. Meski berpindah partai, pada Pileg 2019, ia yang maju melalui PKB memperoleh 10.456 suara.

Keberhasilanya tersebut, menurut H. Mulyadi tidak bisa dilepaskan dari doa dan dukungan dari semua pihak. “intinya menjalankan tugas dan fungsi anggota dewan secara jujur dan ikhlas, insyallah akan dipercaya masyarakat” paparnya.

Disinggung soal pakaiannya yang menggunakan sarung, kepada aswajadewata.com H. Mulyadi justru mengatakan bangga menggunakanya. Selain sudah terbiasa, Sarung merupakan identitas muslim di Indonesia.

Untuk diketahui, pria kelahiran buleleng 36 tahun silam ini pernah nyantri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo dan Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo. Pendidikan S1 diselesaikan di FISIP Universitas Pasundan Bandung. Sementara pendidikan S2 selesai di Universitas Darul Ulum Jombang.

Selain menjadi Ketua LPTQ Kabupaten Buleleng, sosok yang dulu dekat dengan Almarhum Kiai Fawaid As’ad Sukorejo ini, juga tercantum dijajaran pengurus Mustasyar MWC NU Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

(Iboy)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »