Friday 14th May 2021,

Meraup Mayoritas Suara, KH. Abdul Azis Kembali Pimpin PWNU Bali Periode 2020-2025

Meraup Mayoritas Suara, KH. Abdul Azis Kembali Pimpin PWNU Bali Periode 2020-2025
Share it

ASWAJADEWATA.COM |
Konferwil VII Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Bali resmi ditutup hari Senin dinihari pukul 00.11 Wita dengan hasil Kembali terpilihnya KH. Noor Hadi Al-Hafidz sebagai Rois Syuriah PWNU Bali dan KH. Abdul Aziz sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Bali Masa Khidmat 2020-2025.

Dalam sidang penetapan Rois Syuriah PWNU Bali yang dipimpin oleh KH. Mahrusun, M.Pd.I, lebih dulu menentukan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) yaitu tujuh orang nama yang diusulkan dari majelis AHWA sebagai calon Rois Syuriah PWNU Bali periode 2020-2025.

Anggota AHWA yang bertugas memilih dan menetapkan Rais Syuriah PWNU Bali periode 2020-2025

Setidaknya ada 23 nama yang muncul dan diambil tujuh nama dengan suara terbanyak yang kemudian akan dipilih satu nantinya sebagai Rais Syuriah. Selanjutnya para anggota AHWA dipersilahkan untuk menggelar sidang secara terpisah untuk menetapkan Rois Syuriah PWNU Bali masa khidmat 2020-2025. Dan dalam sidang tersebut menghasilkan kesepakatan yaitu menetapkan KH. Noor Hadi Al-Hafidz sebagai Rois Syuriah PWNU Bali.

Usai menetapkan Rois Syuriah PWNU Bali, acara dilanjutkan dengan pemilihan Ketua Tanfidziyah PWNU Bali yang dalam kesempatan tersebut, KH. Samsul Hadi, SE, M.Pd.I ditunjuk sebagai pimpinan sidang menentukan Bakal Calon Ketua Tanfidziyah PWNU Bali masa khikmad 2020-2025.

Proses pengambilan suara untuk memilih Ketua Tanfidhiyyah PWNU Bali periode 2020-2025

KH. Samsul hadi memimpin jalanya sidang sesuai dengan AD/ART yang telah diatur dan disepakati dalam Tata Tertib Pleno Konferwil VII PWNU Bali. Mekanisme penentuan bakal calon ketua Tanfidiyah PWNU Bali adalah dengan menghimpun suara dari para ketua Tanfidziyah PCNU se-Provinsi Bali dan Ketua Tanfidziyah PWNU Provinsi Bali. Jumlah keseluruhan terdapat 10 suara sah yang terdiri dari 9 ketua Tanfidziyah PCNU dan 1 suara Ketua Tanfidziyah PWNU Bali.

Kesepuluh suara sah tersebut masing-masing mengusulkan nama yang kemudian akan ditetapkan sebagai bakal calon ketua Tanfidziyah apabila satu orang memperoleh minimal 3 suara. Dalam kesempatan tersebut KH. Abdul Aziz, S.Pd.I memperoleh 8 suara, H. Masrur Makmur 1 suara dan H. Pujianto 1 suara. Maka dengan demikian secara langsung KH. Abdul Aziz, S.Pd.I ditetapkan sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Bali Masa Khikmad 2020-2025 mendampingi KH. Noor Hadi Al-Hafidz sebagai Rois Syuriah.

Usai ditetapkan sebagai Rois Syuriah PWNU Bali Masa khikmad 2020-2025, KH. Noor Hadi Al-Hafidz, memohon doa restu kepada para peserta konferwil dan berharap senantiasa diberikan Kesehatan agar tetap terus berjuang untuk NU khususnya di Bali.

“ini adalah amanat sebagai pengabdian saya dan kecintaan saya terhadap NU, pada masa khidmat yang terakhir masih diberikan amanat. Mohon doa restu dan mohon maaf atas kekurangan saya. Mudah-mudahan selalu sehat dan InsyaAllah siap,” tandas KH. Noor Hadi Al-Hafidz. (*)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »