Saturday 31st July 2021,

Tanpa PB Djarum, Tak Akan Ada Legenda King Smash (Liem Swie King)

Tanpa PB Djarum, Tak Akan Ada Legenda King Smash (Liem Swie King)
Share it

ASWAJADEWATA.COM |

Liem Swie King atau yang kita kenal sebagai legenda pebulutangkis Indonesia pemilik King Smash, dulunya adalah seorang anak kecil yang hampir memupuskan mimpinya karena kalah kejuaraan lokal Badminton di Kudus. Hingga kemudian dia diajak oleh Robert Budi Hartono, pendiri PB Djarum untuk bergabung dan berlatih bersama di PB Djarum.

Menurut cerita Budi Hartono saat perayaan 50 Tahun Berdirinya PB Jarum bulan Mei kemarin, Sekitar tahun 1971, dalam sebuah kejuaraan lokal di Kudus, ia melihat seorang anak lelaki muda berusia 15 tahun menangis di anak tangga pojokan gedung. Lelaki muda itu menangis karena baru saja kalah bertanding.

Kepadanya, Budi Hartono memberikan nasehat agar tak putus asa. Bahkan ia juga menawarkan lelaki muda ini untuk ikut bergabung dan berlatih di PB Djarum. Siapa sangka sosok anak muda berlinang air mata itu kini kita kenal sebagai Liem Swie King, seorang legenda bulutangkis Indonesia dengan prestasi kaliber dunia.

Liem Swie King menjadi buah bibir masyarakat ketika dia mampu menang melawan Rudi Hartono di Final All England pada tahun 1976. Ketika itu usianya masih 20 tahun. Mulai saat itu, Liem Swie King menjadi pewaris kejayaan sang legenda Rudi Hartono di ajang All England, yang memenangkan turnamen badminton tertua itu 7x berturut-turut, mulai 1968 s/d 1974, plus 1 lagi di tahun 1976 (peraih gelar terbanyak All England, 8x).

Selama Liem Swie King ikut kejuaraan bergengsi All England, Ia memperoleh 3x gelar juara dan 4x menjadi finalis. Liem Swie King juga pernah menyumbangkan 1 medali emas di Asian Games tahun 1978 di Bangkok, serta 6x ikut memperkuat tim Piala Thomas Indonesia, dimana 3x nya berhasil menjadi juara.

Liem Swie King berhasil meraih berbagai prestasi bergengsi selama 16 tahun berkiprah di dunia olahraga bulu tangkis. Pertama kalinya Liem Swie King mendapat juara ketika ia belum genap berusia 17 tahun, dimana ia meraih juara 1 Junior Se-Jawa Tengah pada tahun 1972. Setahun setelahnya dia meraih juara 3 di PON Jakarta tahun 1973.

Setelahnya, Liem Swie King direkrut dan masuk dalam Pelatnas yang bermarkas di Hall C Senayan. Di Pelatnas inilah kumpulan pemain badminton terbaik dari seluruh Indonesia dikumpulkan, guna diikutsertakan pada berbagai kejuaraan lokal dan dunia.

Di kejuaraan lokal, dia meraih Juara Kejurnas tahun 1974 dan tahun 1975. Sementara di kejuaraan internasional Liem Swie King meraih runner-up All England di edisi tahun 1976 dan 1977. Ia juga 3x kali menjuarai All England pada tahun 1978, 1979 dan 1981.

Ia juga diikutsertakan pada kejuaraan-kejuaraan multi event seperti SEA GAMES dan ASIAN GAMES, dimana ia berhasil menyumbang 1 medali emas di nomor beregu Asian Games di Bangkok tahun 1978. Di nomor beregu Sea Games, dia juga berhasil menyumbang 5 medali emas, masing-masing di tahun 1977, 1979, 1983, 1985 dan 1987.

Untuk itu lah peran PB Djarum sangat menunjang pengembangan bakat anak bangsa. Kita semuia tentu berharap PB Djarum terus dapat berkiprah di dunia bulutangkis Indoneisa dengan menjaring para calon legenda pebulutangkis Indonesia lainnya. Hinggu kelak muncul King Smash-king Smash lainya di masa mendatang.

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »