Saturday 28th November 2020,

Kiai Ahmad Zarqoni, Berhaji Harus Mempunyai Bekal Yang Cukup dan Sabar

Kiai Ahmad Zarqoni, Berhaji Harus Mempunyai Bekal Yang Cukup dan Sabar
Share it

ASWAJADEWATA.COM – KH. Ahmad Zarqoni mengawali ceramahnya dengan mengajak seluruh jama’ah untuk membaca talbiyah yang dikhususkan kepada para calon haji, wabil khusus bagi yang belum berangkat haji dalam acara Halal Bi Halal dan Pelepasan Calon Jama’ah Haji Muslimat NU Se-Kota Denpasar di Gedung PWNU Bali. (13/7)

Kemudian beliau melanjutkan bahwa Allah membuat manajemen yang luar biasa, haji tidak diperintahkan setelah rabi’ul awal, atau setelah ramadhan dan syawal, Tetapi haji diperintahkan setelah bulan yang sudah maklum yang telah disebutkan tadi,  sebagaimana tertera dalam al Qur’an.

“Bulan dzul qa’dah mempunyai istilah keunikan dari daerah Nusantara diantaranya disebut legeno daerah Pekalongan, bulan apit istilah jawa baratnya,” ujarnya.

“Ibadah haji ini perintahnya ikhtiar batin untuk mendatangi satu persatu, supaya menyelesaikan hubungan anak adam berupa kesalahan dengan mengucapkan permohonan maaf baik lahir maupun batin,” ungkap pria asal Pekalongan ini.

Kiai Zarqoni mengingatkan lagi sambil diselingi canda agar berangkatnya minta doa, lalu dari ibu-ibu yang kembali dari tanah suci nanti minta oleh-olehnya, baik do’a ataupun sajadah.

Fenomena haji yang disayangkan adalah setelah orang berangkat haji, ingin dipanggil haji atau hajah. Kiai Zarqoni menceritakan pengalaman pribadi tentang temannya saat dipangggil namanya tanpa gelar haji, temannya tidak mau menoleh. “Setelah beliau ingat kalau temannya sudah haji, lalu beliau panggil haji beserta namanya. Kemudian temannya baru menoleh,” kenangnya sambil tertawa.

Kiai yang sering mengantar jamaah umrah dan haji asal Indonesia ini juga mengatakan bahwa dalam berhaji harus sabar ini penting karena suhu di Arafah sampai 44 derajat. Sehingga diharapkan jangan sampai mengeluh, karena disana daerah kering yang tidak ada kelembapan. “Maka ucapkanlah syukur al hamdulillah,” tambahnya.

Kemudian beliau mengutip kitab karangan Mbah Sholeh Darat, guru dari Pendiri NU KH. M. Hasyim Asya’ari yaitu menerangkan pahala menunaikan ibadah haji yang dilipat gandakan hingga seratus ribu, sedangkan dosanyapun juga dilipat gandakan hingga seratus ribu.

Kepada calon haji beliau mengingatkan untuk mendo’akan kepada jamaah yang hadir hari ini dan menyampaikan salam kepada Kanjeng Nabi dimulai dari keluarga, orang tua, kerabat, saudara-saudara muslimin muslimat. Caranya dengn ziarah kubur, didepan Masjid Nabawi. Kemudian beliau mengingatkan agar jamaah ketika ziarah ke makam Rasulullah mengucapkan “Assalamualaika ya Rasulallah min (keluarga, dll)”

Di Mekkah dan Madinah mempunyai tempat-tempat yang istimewa untuk berdo’a dan ibadah. Sumber Air zam zam ada di Mekkah yang menyembuhkan segala macam penyakit. sedangkan di Madinah ada kurma azwa yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit juga. Di Mekkah ada Jabal Rahmah, sedangkan di Madinah ada Jabal Uhud satu-satunya gunung yang berada di surga kelak. (Syah)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »