Saturday 28th November 2020,

Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik Dari Berkurban?

Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik Dari Berkurban?
Share it

ASWAJADEWATA.COM –

Hakikat Idul qurban adalah meneladani kesabaran Nabi Ibrahim dalam melaksanakan ketaatan

Begitulah pesan Zaini, Sekretaris MWCNU Kuta, di salah satu Group Whatsapp Iksas Badung, Jam 09.02, (11/8).

Lebih lanjut dia menjalaskan melalui pesan singkatnya pada Aswajadewata.com, Jam 15.29, pada 11 Agustus 2019 bahwa, ketaatan yang dimaksud adalah ketika pengorbanan Nabi Ibrahim disetiap tahunnya menyembelih 1000 ekor kambing, 300 ekor sapi, dan 100 unta.

“Pengorbanan diatas membuat kagum para malaikat kepada Ibrahim, sehingga Ibrahim berucap: jangankan harta, demi Allah seandainya saya punya anak laki-laki akan saya korbankan sebagai rasa syukur terhadap-Nya,” kisahnya.

Lalu bagaimana asal muasal adanya korban hewan (sapi/kambing)?

Zaini menceritakan dari sisi sejarah, dengan berjalannya waktu Nabi Ibrahim dikarunia Putra Laki-laki diberi nama Ismail. Tapi Nabi Ibrahim Lupa akan sumpahnya. Sampai putranya Ismail berumur 7 tahun. Pada waktu itulah Nabi Ibrahim diperintah oleh Tuhannya melalui mimpi.

“Ya Ibrahim Ufi Binadrik (Laksanakan apa yang menjadi Nadarmu!). Untuk meyakinkan isyarat mimpi tersebut, Ibrahim berpuasa selama dua hari pada tanggal 8 Dzulhijjah yang disebut puasa Tarwiyah, dan 9 Dzulhijjah disebut puasa Arofah. Oleh karenanya kita disunnahkan berpuasa pada waktu tersebut,” terangnya.

Setelah melawati puasa selama dua hari dan dengan mimpi serupa, Ibrahim meyakini bahwa mimpi yang datang padanya adalah perintah Allah. Sehingga Ibrahim akan menyembelih Ismail Putranya sesuai sumpahnya. Godaan syetan untuk mengurungkan niatnya tidak mampu menepis keyakinan Ibrahim untuk melaksanakan perintah Allah.

Namun atas kebesaran Allah, Ismail yang disembelih digantikan oleh kambing. “Inilah pengorbanan Ibrahim sebagai bukti kesabaran dan ketaatan Ibrahim menjalankan perintah Allah,” katanya.

Dari peristiwa itulah kita diperintahkan berkorban sapi atau kambing sesuai kadar kemampuannya. Kita hanya diperintah berkurban sapi atau kambing terasa berat, apalagi anak.

“Semoga kita dapat meneledani kesabaran Ibrahim dalam melaksanakn perintah Allah,” pesan akhirnya.

(Wandi)

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »