Tuesday 01st December 2020,

Nasihat Abi Shihab dan Gus Baha’ Bagi Umat Muslim yang Gagal Haji

Nasihat Abi Shihab dan Gus Baha’ Bagi Umat Muslim yang Gagal Haji
Share it

ASWAJADEWATA.COM

Kita sudah mengetahuI dan menyaksikan bersama pelaksaan haji tahun ini. Hanya beberapa jamaah saja yang bisa menunaikan haji. Banyak media yang telah memberitakan tentang ibadah haji tahun 2020 ini dilaksanakan oleh jamaah haji yang sangat terbatas.

Tentu, pelaksanaan ibadah haji yang sangat terbatas ini sudah diputuskan oleh pemerintah Arab sesuai pertimbangan yang matang. Bahkan pelaksanaannya pun sangat ketat, karena lagi-lagi berbagai pertimbangan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama (hifzhunnafs lil’ammah).

Lalu bagaimana bagi umat muslim yang tidak bisa melaksanakan ibadah haji tahun 2020 ini? Mungkin sudah sekian lama menunggu antrian menunaikan haji, ternyata gagal. Kegagalan ini, jika kita melihat media sosial, ada sebagian yang kecewa bahkan sampai menyalahkan pemerintah. Apakah harus demikian menyikapi kegagalan untuk beribadah?

Sebagai umat muslim, sangat penting mencari nasihat di saat hati gelisah dan kecewa karena sesuatu yang menimpa. Agar kekecewaan itu tidak sampai larut sehingga menjadi sikap yang tidak baik. Dalam hal ini, penulis hendak menyampaikan nasihat dari dua ulama kita.

Pertama, Abi Shihab sangat bijak memberi nasihat bagi umat muslim yang gagal menunaikan haji tahun ini. Beliau menyampaikan, “Kalau Anda tidak bisa berkunjung ke rumag kekasih, undanglah sang kekasih  ke rumah Anda. Kita tidak bisa ke Baitullah, kita undang Allah ke hati kita. Ingat dengan dzikir.”

Sebagai umat muslim tentu meyakini bahwa Allah tidak berada di suatu tempat. Allah selalu hadir di mana dan kapan saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Maka dengan keyakinan ini, seharusnya kita tidak perlu kecewa jika benar-benar niat beribadah. Karena ketika beribadah, saat itulah kita dekat kepada Allah, tanpa harus berhaji.

Kedua, Gus Baha menyampaikan, “Kalau masyarakat yang dididik ulama, dididik kiai, itu kekecewaannya tidak ekstrim-ekstrim amat. Karena sering diberitahu, misalnya jumatan itu haji, ingat Allah dari shubuh sampai matahari terbit menyamai umroh. Banyak pahala-pahala yang lebih di atas haji. Lebih terhibur”

Nasihat Gus Baha’ tersebut lebih menekankan, bahwa banyak ibadah yang nilainya setara dengan ibadah haji. Dengan ibadah-ibadah ini akan menghibur diri kita yang tidak bisa melaksanakan haji, karena masih bisa beribadah yang pahalanya sama bahkan lebih tinggi dari haji.

Kemudian, jika masih larut dalam kecewa karena gagal haji, harusnya lebih banyak belajar atau ngaji. Karena dengan ngaji, tidak akan mudah kecewa apalagi sampai menyalahkan orang lain karena kegagalannya. Semisal, karena mengaji menjadi paham tentang ilmu qadha’ dan qadar.

Pesan Gus Baha’, “Lagi-lagi ini pentingnya ngaji. Dan diantara kebaikan tentu menerima qadha’ dan qadar dari pada menyalahkan pihak manapun. Jadi ibadah itu kan mencari ridonya Allah. Diantara penyebab ridonya Allah itu kita rido atas segala yang diputuskan Allah, ditakdirkan Allah.”

Tulisan ini bersumber dari ngaji bareng Gus Baha’ dan Abi Shihab di chennel yutub Najwa Shihab. (Gus Tama)

 

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »