Monday 30th November 2020,

Jejaring Pusat Studi Pesantren Bali Gencarkan Dakwah Media Digital

Jejaring Pusat Studi Pesantren Bali Gencarkan Dakwah Media Digital
Share it

ASWAJADEWATA.COM | Menindak lanjuti hasil workshop Pusat Studi Pesantren (PSP) di Bali bulan Agustus lalu, para alumni peserta hari Minggu (6/10) mengadakan acara silaturahmi sekaligus diskusi di Pondok Pesantren Raudlatul Huffadz Kediri, Tabanan tentang aktifitas yang telah dilakukan di masing-masing komunitas pesantren setiap kabupaten asal para peserta.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai monitor dan evaluasi agar dapat saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan terkait edukasi aktifitas media online yang sedang kita lakukan di daerah masing-masing,” ujar Abdul Karim Abraham selaku koordinator membuka acara.

Abdul Karim Abraham yang akrab dipanggil Iboy ini mempersilahkan peserta yang hadir agar menyampaikan hambatan-hambatan yang ditemui mereka di komunitas masing-masing saat mengaplikasikan apa yang didapat saat workshop bulan Agustus lalu.

Dari semua yang disampaikan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sebagian besar kendala yang dialami adalah terkait teknis, khususnya dalam proses produksi konten-konten keaswajaan di media digital dan media sosial.

Setelah melalui diskusi bersama seluruh peserta, maka diputuskan beberapa langkah yang akan diambil oleh Jaringan PSP Bali guna meningkatkan performa para aktivis media NU ini ke depan, antara lain:

Pertama, akan mengadakan pelatihan pelatihan pengembangan media, baik di kepenulisan, desain grafis, maupun pembuatan video. Hal ini penting karena sebagian besar hambatan dakwah di media kenapa tidak ada gerakan yang massif di media, dikarenakan alasan teknis.

Kedua, untuk mengubah mindset pendakwah konvensional, PSP Bali berencana akan mengumpulkan Ulama-Ulama Bali yang memiliki basis massa di akar rumput, untuk kemudian juga bisa berdakwah di Media Digital.

Ketiga, untuk menyasar kalangan anak anak, PSP Bali berencana akan membuat komik dengan tema Islam yang Moderat. Sekaligus memperkenalkan tokoh tokoh Ulama Nusantara ke mereka.

“Selain bagaimana meningkatkan produktivitas konten, hal yang juga tak kalah pentingnya adalah memaksimalkan penyebaran konten-konten Islam Moderat itu di media sosial agar sampai kepada masyarakat luas,” tegas Iboy sebelum menutup pertemuan sore itu.

Like this Article? Share it!

Leave A Response

Translate »